Anak Sering Menyipitkan Mata, Tanda Apa?

    Anak Sering Menyipitkan Mata, Tanda Apa?

    Gambar: Anak Sering Menyipitkan Mata, Tanda Apa?

    Melihat anak sering menyipitkan mata saat menatap layar televisi dari kejauhan, membaca tulisan di papan tulis, atau mencoba mengenali objek di sekitarnya seringkali memicu kekhawatiran orang tua.

    Secara umum, anak yang sering menyipitkan mata, terutama saat melihat objek jarak jauh, sedang berusaha memfokuskan pandangannya agar objek terlihat lebih jelas. Salah satu kemungkinan penyebab utamanya adalah kelainan refraksi, seperti miopia (mata minus).

    Namun, kebiasaan tersebut saja tidak cukup untuk langsung menyimpulkan kondisi mata anak secara pasti. Supaya tidak membuat kesimpulan sendiri, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!

    Anak Sering Menyipitkan Mata Bisa Menjadi Tanda Gangguan Penglihatan

    Secara fisika optik, saat seseorang menyipitkan mata, celah masuknya cahaya menjadi lebih sempit (pinhole effect). Efek ini membantu mengurangi pembiasan cahaya yang tidak teratur, sehingga bayangan benda yang awalnya kabur dapat terfokus sedikit lebih tajam di retina untuk sementara waktu.

    Pada usia anak-anak, kebiasaan refleks ini sering muncul dalam beberapa situasi harian, seperti:

    • Kesulitan membaca tulisan atau angka di papan tulis kelas;

    • Menonton televisi atau layar hiburan dari jarak jauh;

    • Mencoba memfokuskan objek atau papan rambu saat berada di luar rumah.

    Kondisi mata anak buram saat melihat jarak jauh sering berkaitan dengan berkembangnya kondisi miopia pada anak.

    Apakah Anak yang Sering Menyipitkan Mata Pasti Mengalami Mata Minus?

    Meskipun menyipitkan mata adalah salah satu indikator visual yang sangat umum, kebiasaan ini merupakan tanda peringatan awal, bukan alat diagnosis medis.

    Anak dapat menyipitkan mata karena beberapa kemungkinan lain:

    1. Astigmatisme (Mata Silinder): Ketidaksempurnaan lengkung kornea yang membuat pandangan berbayang atau kabur pada jarak berapa pun.

    2. Sensitivitas Cahaya (Fotofobia): Mata terasa silau akibat paparan sinar matahari atau lampu yang terlalu terang.

    3. Mata Kering atau Iritasi: Rasa gatal atau ganjal yang membuat anak refleks memicingkan mata.

    4. Resep Kacamata Lama yang Tidak Sesuai: Jika anak sudah memakai kacamata, kebiasaan ini bisa menjadi sinyal bahwa ukuran lensanya perlu disesuaikan kembali.

    Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan pengamatan menyeluruh terhadap ciri-ciri mata minus pada anak lainnya dan pemeriksaan medis resmi.

    Tanda Lain yang Perlu Diperhatikan

    Anak-anak sering kali tidak menyadari bahwa penglihatannya kabur karena mereka menganggap cara pandangnya adalah hal yang normal. Selain kebiasaan menyipitkan mata, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku berikut:

    • Sering duduk sangat dekat saat menonton TV atau menunduk rendah saat membaca;

    • Mengeluh kesulitan melihat materi di papan tulis sekolah;

    • Sering mengucek mata, mengeluh pusing, atau mata terasa cepat lelah;

    • Memegang buku atau perangkat digital terlalu dekat dengan wajah;

    • Mulai menunjukkan perubahan konsentrasi atau prestasi belajar di sekolah.

    Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Mata?

    Orang tua disarankan untuk tidak menunda dan segera merencanakan pemeriksaan mata apabila:

    • Kebiasaan menyipitkan mata terjadi berulang kali atau tampak semakin sering;

    • Anak mulai mengekspresikan keluhan penglihatan jarak jauh yang samar;

    • Kebiasaan visual mulai mengganggu proses belajar di sekolah;

    • Terdapat riwayat penyebab mata minus pada anak atau riwayat miopia tinggi dalam keluarga.

    Pemeriksaan bertujuan untuk memetakan kondisi pembiasan mata secara objektif, bukan untuk secara otomatis mengharuskan anak langsung memakai kacamata.

    Pentingnya Kontrol Mata Anak Secara Rutin

    Memeriksakan mata anak secara berkala sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang penglihatannya. Melalui kontrol rutin, Anda dapat memantau apakah ada perubahan daya fokus mata seiring bertambahnya usia anak.

    Guna mengukur derajat refraksi secara akurat, tenaga profesional dapat memanfaatkan metode otomatis melalui apa itu pemeriksaan refraksi objektif. Bahkan untuk balita atau si kecil yang belum lancar mengekspresikan keluhan lisan, tersedia prosedur khusus pemeriksaan mata untuk anak yang belum bisa bicara.

    Jika hasil evaluasi mengindikasikan adanya miopia progresif, Anda dapat berdiskusi mengenai langkah klinis berbasis bukti tentang cara mencegah mata minus anak bertambah agar derajat minusnya tidak berkembang terlalu cepat.

    FAQ (Frequently Asked Questions)

    Apakah anak sering menyipitkan mata pasti tanda mata minus?

    Tidak pasti. Menyipitkan mata bisa menjadi indikator awal miopia (mata minus), tetapi juga dapat dipicu oleh mata silinder (astigmatisme), mata kering, atau sensitivitas terhadap cahaya terang.

    Kenapa anak menyipitkan mata saat melihat jauh?

    Anak menyipitkan mata untuk memanfaatkan pinhole effect, yaitu mempersempit celah masuknya cahaya agar bayangan objek yang kabur dapat terfokus lebih tajam di retina untuk sementara waktu.

    Apakah anak yang sering menyipitkan mata harus memakai kacamata?

    Belum tentu. Penentuan kebutuhan kacamata harus didasarkan pada hasil pemeriksaan refraksi oleh optometris atau dokter spesialis mata, bukan sekadar dari kebiasaan menyipitkan mata.

    Kapan anak perlu kontrol mata?

    Anak-anak disarankan menjalani kontrol dan pemeriksaan mata rutin setidaknya 1 tahun sekali untuk anak tanpa keluhan, atau 6 bulan sekali bagi anak yang memiliki riwayat kelainan refraksi/miopia.

    Lindungi Kesehatan Penglihatan Buah Hati Anda di Optik Kasoem

    Anak sering menyipitkan mata atau mulai kesulitan melihat dari kejauhan? Jangan menebak-nebak penyebabnya hanya dari gejala luar.

    Percayakan pemantauan penglihatan si kecil melalui layanan kontrol mata anak di Optik Kasoem. Didukung oleh tim optometris profesional serta peralatan refraksi yang modern dan ramah anak, kami siap membantu memastikan ketajaman visual buah hati Anda berada dalam kondisi optimal.

    Jadwalkan Kontrol Mata Anak Anda di Optik Kasoem Terdekat Sekarang!

    Source:

    -Flitcroft DI, He M, Jonas JB, Jong M, Naidoo K, Ohno-Matsui K, Rahi J, Resnikoff S, Vitale S, Yannuzzi L. IMI - Defining and Classifying Myopia: A Proposed Set of Standards for Clinical and Epidemiologic Studies. Invest Ophthalmol Vis Sci. 2019 Feb 28;60(3):M20-M30. doi: 10.1167/iovs.18-25957. Erratum in: Invest Ophthalmol Vis Sci. 2024 Nov 4;65(13):19. doi: 10.1167/iovs.65.13.19. PMID: 30817826; PMCID: PMC6735818.

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30817826/ 

    -https://www.aao.org/education/preferred-practice-pattern/pediatric-eye-evaluations-ppp-2022 

    -https://www.aoa.org/about-the-aoa/press-room/press-releases/annual-eye-exams-for-children 

    -Miller JM, Lessin HR; American Academy of Pediatrics Section on Ophthalmology; Committee on Practice and Ambulatory Medicine; American Academy of Ophthalmology; American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus; American Association of Certified Orthoptists. Instrument-based pediatric vision screening policy statement. Pediatrics. 2012 Nov;130(5):983-6. doi: 10.1542/peds.2012-2548. Epub 2012 Oct 29. PMID: 23109679.

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23109679/