Our Latest Articles

    Stay updated with our latest news, tips, and insights.

    Apa Itu Lensa Progresif: Mengenal Lensa Progresif, Kelebihan, Fungsi, dan Tips Cara Memilih yang Tepat

    Apa Itu Lensa Progresif: Mengenal Lensa Progresif, Kelebihan, Fungsi, dan Tips Cara Memilih yang Tepat

    Hai, Visioners! Apakah kamu pernah merasa harus gonta-ganti kacamata hanya untuk membaca pesan di HP, lalu melihat ke jalan saat berkendara, dan kemudian menatap layar laptop saat kerja? Kalau iya, mungkin kamu sedang mengalami gejala presbiopia, yaitu kondisi mata yang umum terjadi seiring bertambahnya usia, umumnya di usia 40 tahun keatas. Tapi tenang, kamu nggak sendiri. Karena kabar baiknya, ada solusi simpel yang bisa bantu kamu tetap nyaman beraktivitas tanpa ribet gonta-ganti kacamata, yaitu lensa progresif. Apa Itu Lensa Progresif? Lensa progresif adalah jenis lensa kacamata multifokus yang dirancang untuk membantu melihat dengan jelas pada berbagai jarak, baik dekat, menengah, dan jauh tanpa perlu ganti-ganti kacamata. Berbeda dengan lensa bifokal atau trifokal yang memiliki garis pembatas yang terlihat antara zona fokusnya, lensa progresif memberikan transisi halus antara jarak penglihatan sehingga estetika tetap terjaga. Secara kasat mata, lensa ini terlihat seperti lensa biasa, tapi kemampuannya jauh lebih fleksibel. Kacamata dengan lensa progresif sangat cocok untuk orang yang mengalami presbiopia, yaitu gangguan penglihatan jarak dekat akibat bertambahnya usia, biasanya mulai terasa sejak usia 40 tahun ke atas. Namun, sekarang juga mulai banyak anak muda di usia 30-an yang merasakan tanda-tanda awal kelelahan mata dan kesulitan membaca huruf kecil di layar. Itulah kenapa memahami lensa progresif sejak dini itu penting. Fungsi Lensa Progresif Fungsi utama lensa progresif adalah memberikan solusi penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat dalam satu lensa. Bayangkan kamu sedang bekerja di depan komputer (jarak menengah), lalu kamu melihat catatan di atas meja (jarak dekat), dan kemudian menatap keluar jendela (jarak jauh). Semua aktivitas itu bisa kamu lakukan dengan satu kacamata tanpa harus menundukkan kepala berlebihan atau memicingkan mata karena buram ataupun harus gonta-ganti kacamata. Selain untuk mempermudah penglihatan, fungsi lainnya adalah memberikan kenyamanan visual tanpa garis pemisah di lensa, sehingga tampilan kacamata lebih elegan. Ini penting untuk kamu yang peduli penampilan. Dibandingkan lensa bifokal yang menampilkan garis mencolok, lensa progresif membuat kamu tetap terlihat stylish dan profesional. Fungsi tambahan lainnya juga mencakup kenyamanan ergonomis. Karena tidak perlu mengubah posisi kepala terlalu ekstrim hanya untuk melihat sesuatu dengan jelas, postur tubuh pun jadi lebih baik. Ini sangat penting bagi kamu yang bekerja lama di depan komputer atau melakukan aktivitas visual kompleks. Bentuk dan Desain Lensa Progresif Secara tampilan luar, lensa progresif terlihat seperti lensa biasa. Tidak ada garis pembatas antara zona penglihatan seperti pada bifokal atau trifokal. Tapi kalau dilihat dari sisi teknis, lensa progresif memiliki beberapa zona berbeda: bagian atas untuk melihat jauh, tengah untuk jarak menengah, dan bawah untuk membaca atau melihat dekat. Desain lensa progresif bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup. Misalnya, ada desain yang lebih fokus pada kenyamanan kerja jarak dekat seperti lensa progresif untuk pekerja kantoran, ada pula yang didesain untuk penggunaan sehari-hari secara umum. Ada juga teknologi digital lens yang membuat transisi zona lebih halus dan adaptasi jadi lebih mudah. Karena teknologi pada lensa progresif semakin canggih, bentuk dan ketebalan lensa pun kini bisa dibuat lebih ramping dan ringan. Ini memungkinkan frame kacamata tampil lebih modern dan stylish. Bahkan beberapa produsen menawarkan desain custom-fit yang disesuaikan dengan bentuk wajah dan kebiasaan visual penggunanya. Perbedaan Lensa Progresif, Biofokal, dan Single Vision Salah satu manfaat paling terasa dari lensa progresif adalah kepraktisannya. Kamu nggak perlu lagi gonta-ganti kacamata untuk jarak dekat, menengah, dan jauh. Cukup satu kacamata, semua kebutuhan penglihatan bisa terpenuhi. Ini jelas memudahkan, apalagi buat kamu yang sering bepergian atau punya aktivitas padat. Dari sisi tampilan, lensa progresif juga lebih “rapi” karena tidak punya garis pembatas di lensanya. Jadi, kalau dipakai, kacamata ini terlihat seperti kacamata biasa, nggak kelihatan seperti kacamata baca. Hal ini bikin banyak orang merasa lebih percaya diri karena tampilannya lebih modern dan nggak memberi kesan “tua”. Bukan cuma soal gaya, lensa progresif juga mendukung kenyamanan tubuh. Karena area penglihatan sudah disesuaikan secara bertahap di dalam satu lensa, kamu nggak perlu mendongak atau menunduk berlebihan saat melihat objek dekat atau jauh. Postur leher dan punggung jadi lebih rileks, penting banget buat yang kerja lama di depan komputer. Sekarang, supaya lebih jelas, mari kita bandingkan dengan dua jenis lensa lain yang sering dipakai: Lensa Bifokal Lensa ini punya dua area penglihatan, bagian atas untuk jarak jauh, bagian bawah untuk jarak dekat dan ada garis pembatas yang terlihat jelas. Memang membantu untuk melihat dua jarak, tapi tampilannya sering bikin orang merasa kurang percaya diri. Selain itu, nggak ada area khusus untuk jarak menengah, jadi bisa kurang nyaman kalau sering lihat layar komputer. Lensa Single Vision Lensa ini cuma punya satu fokus, jadi biasanya dibuat khusus untuk jarak dekat atau jarak jauh saja. Kalau kamu butuh keduanya, berarti harus punya dua kacamata berbeda. Praktis untuk yang hanya punya masalah di satu jarak, tapi kurang efisien kalau kamu sudah mulai kesulitan melihat di berbagai jarak. Kalau dibandingkan, lensa progresif ibarat “paket lengkap” yang menggabungkan fungsi lensa jarak dekat, menengah, dan jauh, tanpa garis pemisah, dan dengan transisi penglihatan yang halus. Ditambah lagi, sekarang ada banyak pilihan tambahan seperti lapisan anti-radiasi, blue light filter, dan photochromic yang bikin mata tetap nyaman di berbagai kondisi cahaya. Adaptasi Menggunakan Lensa Progresif Saat pertama kali menggunakan lensa progresif, mungkin kamu akan merasa sedikit bingung atau tidak nyaman. Hal ini wajar, karena otak dan mata butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan transisi fokus yang baru. Biasanya, proses adaptasi berlangsung antara beberapa hari hingga beberapa minggu. Selama masa adaptasi, kamu disarankan untuk sering menggunakan kacamata progresif agar mata dan otak terbiasa dengan zona-zona pada lensa. Awalnya, mungkin kamu akan merasa pusing saat melihat ke samping atau menunduk, tapi ini akan berkurang seiring waktu. Yang penting, hindari terus-menerus melepas kacamata karena bisa memperlambat proses adaptasi. Tips lainnya adalah menggerakkan kepala, bukan hanya mata, saat ingin melihat ke arah berbeda. Ini membantu kamu menemukan zona pandang yang tepat di lensa. Selain itu, pastikan kamu berkonsultasi dengan optik terpercaya agar ukuran dan desain lensa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan visual kamu. Konsistensi adalah kunci. Jangan mudah menyerah di awal karena begitu sudah terbiasa, kamu akan merasakan kenyamanan yang luar biasa dalam beraktivitas sehari-hari tanpa harus repot-repot gonta-ganti kacamata. Masalah yang Terjadi Jika Tidak Menggunakan Lensa Progresif Tanpa lensa progresif, kamu mungkin harus sering gonta-ganti kacamata untuk jarak dekat, menengah, dan jauh. Hal ini bisa bikin repot, apalagi saat bepergian. Postur tubuh juga bisa terganggu karena harus menunduk atau mendongak berlebihan demi melihat jelas, yang akhirnya membuat leher dan punggung pegal. Selain itu, lensa biasa atau bifokal sering tidak nyaman untuk jarak menengah, membuat mata cepat lelah dan kadang sakit kepala. Dari sisi estetika, lensa bifokal dengan garis pembatas juga bisa membuat penampilan terlihat lebih tua. Kapan Harus Mulai Periksa Mata? Idealnya, periksa mata dilakukan minimal 6 sampai 12 bulan sekali. Tapi jika kamu sudah mulai merasakan gejala seperti sulit fokus membaca, mata cepat lelah, atau sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu, sebaiknya segera periksa. Deteksi dini bukan hanya membantu mengetahui kebutuhan lensa progresif lebih awal, tapi juga bisa mencegah kerusakan mata jangka panjang. Bagaimana Cara Mendapatkan Lensa Progresif? Lensa progresif bisa kamu dapatkan di berbagai optik terpercaya, salah satunya Optik Kasoem Vision Care. Disini, kamu akan dibantu oleh profesional optometris yang akan memeriksa kondisi mata secara menyeluruh, melakukan konsultasi kesehatan penglihatan dan merekomendasikan jenis lensa yang paling sesuai. Jadi, jangan tunggu sampai penglihatanmu makin terganggu. Cek mata dari sekarang dan tanyakan soal lensa progresif untuk kenyamanan maksimal. Proses Pemeriksaan Seperti Apa yang Dilakukan di Optik Kasoem? Optik Kasoem Vision Care menyediakan pelayanan pemeriksaan mata yang komprehensif. Pemeriksaan mata komprehensif adalah pemeriksaan mata menyeluruh oleh tenaga profesional untuk penglihatan yang jernih, tajam, jelas, nyaman, dan optimal setiap hari. Terdapat 9 tahapan pemeriksaan komprehensif vision care yang terdiri dari: Anamnesa - Penggalian informasi untuk memahami keluhan dan aktivitas harian. Pemeriksaan Pendahuluan- Observasi bagian luar mata, refleks dan gerakan bola mata. Pemeriksaan Objektif - Pengukuran otomatis besaran koreksi menggunakan alat digital. Pemeriksaan Subjektif Monokuler - Mencari kombinasi ukuran lensa yang paling nyaman dan tajam untuk tiap mata. Pemeriksaan Fungsi Binokuler - Mengukur kerjasama kedua mata agar tidak cepat lelah atau ganda saat melihat serentak. Skrining Penglihatan Kontras - Menilai kemampuan membedakan objek dalam cahaya atau latar yang minim. Skrining Penglihatan Warna - Deteksi kemampuan membedakan warna parsial (merah-hijau/biru). Skrining Penglihatan 3 Dimensi - Uji persepsi kedalaman & akurasi visual spasial. Pemeriksaan Lanjutan (jika diperlukan) - Untuk kasus seperti mata malas, gangguan akomodasi, gangguan keseimbangan dua mata, silinder tinggi, atau adaptasi khusus lensa. Hasil Akhir: 5 Aspek Penglihatan Optimal Lapang Pandang Luas (Melihat jelas sampai ke area tepi) Tajam Penglihatan Maksimal (Ketajaman objek baik dekat maupun jauh) Sensitivitas Kontras Baik (Membedakan detail dalam berbagai cahaya) Identifikasi Warna Akurat (Mengenali warna tanpa bias) Persepsi Jarak 3D Presisi (Melihat kedalaman dengan tepat dan nyaman) Optik Kasoem Vision Care Optik Kasoem Vision Care hadir di berbagai kota di Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan mata terbaik bagi Anda dan keluarga. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, kami menghadirkan pemeriksaan mata komprehensif, koleksi frame berkualitas, serta lensa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Jaringan toko Optik Kasoem Vision Care tersebar luas di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Cikampek, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Cilegon, Serang, Solo, dan kota-kota lainnya di Indonesia, memastikan akses mudah bagi siapa saja yang ingin mendapatkan solusi penglihatan yang optimal. Pelayanan BPJS Kesehatan di Beberapa Cabang Optik Kasoem Bagi Anda yang ingin memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan untuk pemeriksaan mata, Optik Kasoem menyediakan layanan tersebut di beberapa lokasi berikut: Jakarta: Jl. Cikini Raya No.18, Jakarta Pusat Tangerang: Jl. Ki Samaun No.143, Sukasari, Tangerang Bogor: Klinik Afiat RS PMI Bogor, Jl. Pajajaran, Baranangsiang, Bogor Bogor: Cibinong City Mall, LG No. 44-45, Jl. Tegar Beriman No.1, Kec. Cibinong Bekasi: Mall Lippo Cikarang, JL M.H.Thamrin L1 NO.40 Cibatu Cikarang Selatan, Bekasi 17550 Cikampek: Klinik Mata DR. Suparman, Jl. H. Juanda Sukaseuri No.202, Sarimulya, Cikampek Karawang: Jl. Jendral Ahmad Yani 100D, Karawang Karawang: Karawang Central Plaza, JL Komplek Jl. Galuh Mas Raya, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, 41361 Sukabumi: Citimall Sukabumi GF No.0140, Jl. Ahmad Yani Cokole, Sukabumi Cianjur: Citimall Cianjur 2 Jl KH Abdullah bin Nuh No.1, Cianjur Bandung: Jalan Buah Batu No.209, Bandung, Jawa Barat Cilegon: Cilegon City Square, Jl. Raya Cilegon-Serang, Lingkungan Kadipaten A1/16 Kota Cilegon Serang: Ruko Serang (Samping Ramayana Mall), Jl. Veteran No.2, Serang Kunjungi Optik Kasoem Vision Care sekarang dan rasakan pengalaman layanan optik yang terpercaya, profesional, dan dekat dengan Anda! Silakan klik tautan berikut untuk yang lebih lengkap dan informasi layanan online

    S
    Super Admin
    Read More
    Bukan Cuma Turunan, Miopia Bisa Terjadi Karena Gaya Hidup!

    Bukan Cuma Turunan, Miopia Bisa Terjadi Karena Gaya Hidup!

    Selama ini banyak yang mengira bahwa miopia alias rabun jauh hanyalah “warisan” dari orang tua. Padahal, meski genetik punya peran, gaya hidup kita sehari-hari justru jadi faktor besar yang mempercepat atau memperburuk kondisi ini, terutama pada anak dan remaja. Kebiasaan seperti terlalu lama menatap layar gadget, kurang aktivitas luar ruangan, hingga posisi membaca yang salah bisa memicu perkembangan miopia. Kabar baiknya, beberapa hal bisa dilakukan untuk mencegah atau memperlambat perkembangan miopia. Artikel ini akan membahas berbagai faktor gaya hidup yang memicu miopia serta cara-cara sederhana untuk menanganinya sejak dini. Apa Itu Miopia dan Mengapa Semakin Banyak yang Mengalaminya? Miopia adalah gangguan penglihatan di mana seseorang sulit melihat objek yang jauh secara jelas, tapi masih bisa melihat benda dekat dengan normal. Ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya. Akibatnya, penglihatan jarak jauh menjadi buram. Menurut data dari berbagai studi internasional, jumlah penderita miopia terus meningkat, khususnya pada anak-anak usia sekolah. Di era digital ini, anak-anak semakin sering terpapar layar, mengurangi waktu bermain di luar rumah, dan jarang memeriksakan mata—kombinasi sempurna yang mempercepat terjadinya miopia. Faktor Genetik vs Gaya Hidup Genetik Memang Berperan… Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki miopia, anak berisiko lebih tinggi mengalami hal serupa. Gen memang memengaruhi struktur mata, termasuk bentuk bola mata dan kekuatan refraksi. Tapi Gaya Hidup Bisa Menentukan Seberapa Parahnya Namun, bukan berarti anak dari orang tua dengan mata normal bebas dari risiko. Studi terbaru menunjukkan bahwa screen time berlebih, kurangnya paparan cahaya alami, dan kurang aktivitas fisik di luar ruangan adalah faktor utama yang mendorong lonjakan kasus miopia, terutama di perkotaan. Dengan kata lain, genetik mungkin memberikan "tiket", tapi gaya hidup menentukan seberapa jauh perjalanan miopia anak akan berkembang. Gaya Hidup yang Meningkatkan Risiko Miopia Berikut beberapa kebiasaan harian yang tanpa disadari bisa memperparah atau mempercepat perkembangan miopia: Terlalu Lama Menatap Layar Anak-anak zaman sekarang hampir tidak bisa lepas dari gadget, baik untuk belajar maupun hiburan. Menatap layar terlalu lama bisa menyebabkan mata lelah, fokus terganggu, dan mempercepat miopia. Kurang Aktivitas Luar Ruangan Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari alami bisa membantu memperlambat perkembangan miopia. Anak yang terlalu sering di dalam ruangan cenderung lebih rentan. Kebiasaan Membaca Terlalu Dekat Membaca dengan jarak terlalu dekat atau posisi yang buruk (seperti membaca sambil tiduran) bisa memaksa mata bekerja lebih keras, memperburuk rabun jauh. Kurang Tidur Kurang tidur bukan hanya membuat anak lemas, tapi juga berdampak pada kesehatan mata. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan fungsi otot mata. Tindakan Preventif yang Bisa Dilakukan di Rumah Berita baiknya, banyak hal yang bisa dilakukan orang tua dan anak-anak untuk mencegah atau memperlambat miopia: Terapkan Aturan 20-20-20 Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter). Ini membantu mata beristirahat. Batasi Penggunaan Gadget Buat aturan penggunaan layar di rumah, terutama saat malam hari atau sebelum tidur. Pastikan ada waktu tanpa gadget setiap harinya. Ajak Anak Bermain di Luar Minimal 2 jam aktivitas di luar ruangan setiap hari terbukti membantu mencegah perkembangan miopia. Selain baik untuk mata, juga bagus untuk kesehatan fisik dan mental. Jaga Pencahayaan Saat Belajar Pastikan anak belajar atau membaca di ruangan yang terang. Hindari membaca di tempat gelap atau pencahayaan redup. Pemeriksaan Mata Secara Rutin Itu Penting Jangan menunggu anak mengeluh matanya buram. Banyak anak yang tidak sadar bahwa penglihatannya menurun, karena mereka belum bisa membandingkan kondisi mata “normal” dengan yang tidak. Mengapa Harus Rutin? Deteksi Dini: Miopia ringan bisa dikontrol lebih baik jika diketahui sejak awal. Pantau Perkembangan: Pemeriksaan berkala membantu dokter mata mengevaluasi progres dan merekomendasikan penanganan terbaik. Tentukan Kebutuhan Kacamata: Tidak semua anak dengan miopia harus langsung pakai kacamata, tapi jika memang dibutuhkan, pemilihan kacamata yang tepat sangat penting. Kapan Harus Membawa Anak ke Optik? Membawa anak ke optik sebaiknya tidak menunggu sampai ia mengeluh tidak bisa melihat papan tulis atau sering menyipitkan mata. Pemeriksaan mata idealnya dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak masuk usia sekolah. Anak sebaiknya dibawa ke optik atau profesional kesehatan mata minimal satu kali dalam setahun, terlebih jika memiliki riwayat miopia dalam keluarga. Beberapa tanda lain yang bisa menjadi sinyal adalah jika anak sering mengeluh pusing, memiringkan kepala saat melihat, mendekatkan benda terlalu dekat ke mata, atau tampak kesulitan mengikuti pelajaran di kelas. Semakin cepat gangguan penglihatan terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk memperlambat perkembangan miopia dan mencegah dampak jangka panjangnya. Jangan tunggu sampai anak kesulitan belajar atau kehilangan kepercayaan diri, langkah pencegahan dimulai dari perhatian orang tua sejak dini. Optik Kasoem Vision Care Optik Kasoem Vision Care hadir di berbagai kota di Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan mata terbaik bagi Anda dan keluarga. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, kami menghadirkan pemeriksaan mata komprehensif, koleksi frame berkualitas, serta lensa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Jaringan toko Optik Kasoem Vision Care tersebar luas di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan kota-kota lainnya di Indonesia, memastikan akses mudah bagi siapa saja yang ingin mendapatkan solusi penglihatan yang optimal. Kunjungi Optik Kasoem Vision Care sekarang dan rasakan pengalaman layanan optik yang terpercaya dan dekat dengan Anda! berikut untuk mendapatkan informasi lokasi secara lengkap.

    S
    Super Admin
    Read More
    Cegah Miopia Anak dengan Tindakan Preventif yang Mudah Dilakukan di Rumah

    Cegah Miopia Anak dengan Tindakan Preventif yang Mudah Dilakukan di Rumah

    Miopia atau rabun jauh kini menjadi salah satu gangguan penglihatan paling umum di kalangan anak-anak. Kondisi ini membuat anak kesulitan melihat objek jarak jauh dengan jelas, seperti papan tulis di sekolah atau rambu jalan saat berjalan kaki. Sayangnya, tren kasus miopia terus meningkat, terutama akibat gaya hidup modern yang minim aktivitas luar ruangan dan terlalu lama menatap layar gadget. Namun kabar baiknya, miopia dapat dicegah atau diperlambat progresinya dengan beberapa tindakan preventif yang bisa dilakukan dari rumah. Peran orang tua menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan sehat untuk mata anak. Artikel ini akan membantu Anda memahami langkah-langkah sederhana yang bisa mulai diterapkan hari ini juga. Apa Itu Miopia dan Mengapa Terjadi pada Anak? Miopia atau rabun jauh terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan langsung pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Hal ini menyebabkan penglihatan jarak jauh menjadi buram, sementara objek dekat tetap terlihat jelas. Beberapa faktor yang menyebabkan miopia pada anak antara lain: Faktor genetik: Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki miopia, anak memiliki risiko lebih tinggi. Kebiasaan visual yang tidak sehat: Terlalu lama menatap layar, membaca dalam pencahayaan redup, atau jarak terlalu dekat saat membaca. Kurangnya aktivitas luar ruangan: Paparan sinar alami di luar rumah terbukti dapat memperlambat perkembangan miopia. Tindakan Preventif yang Bisa Dilakukan di Rumah Anda tidak perlu menunggu anak mengeluh soal penglihatan untuk mulai bertindak. Berikut beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mata anak: Batasi Waktu Layar (Screen Time) Paparan layar gadget yang berlebihan menjadi penyebab utama meningkatnya kasus miopia di era digital. Terapkan aturan sederhana seperti aturan 20-20-20, yaitu: Setiap 20 menit menatap layar, arahkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Hal ini juga penting untuk menghindari penggunaan gadget dalam posisi tiduran atau saat lampu mati. Ajak Anak Aktif di Luar Ruangan Aktivitas di bawah sinar matahari secara rutin sangat baik untuk pertumbuhan bola mata yang sehat. Ajak anak bermain di luar rumah minimal 1-2 jam per hari, seperti bersepeda, bermain bola, atau jalan-jalan sore. Perhatikan Pencahayaan Saat Belajar atau Membaca Cahaya yang tidak cukup dapat membuat mata bekerja lebih keras. Pastikan anak membaca atau menulis di ruangan dengan pencahayaan yang memadai. Hindari kebiasaan membaca di tempat yang terlalu gelap atau terlalu silau. Jarak dan Postur Membaca yang Benar Pastikan anak menjaga jarak 30-40 cm antara mata dan buku. Selain itu, postur duduk yang tegak dengan pencahayaan dari arah yang tepat akan membantu mata tidak mudah lelah. Istirahatkan Mata Secara Berkala Mata anak juga butuh istirahat. Setelah 30-45 menit aktivitas visual seperti membaca atau menggambar, ajak anak untuk melihat pandangan luar, menutup mata sejenak, atau melakukan aktivitas fisik ringan. Penuhi Nutrisi untuk Kesehatan Mata Berikan anak makanan yang mengandung nutrisi penting seperti: Vitamin A: dari wortel, ubi, hati ayam. Vitamin C & E: dari jeruk, kiwi, alpukat. Lutein dan zeaxanthin: dari sayuran hijau seperti bayam dan kale. Omega-3: dari ikan salmon dan tuna. Pemeriksaan Mata Secara Rutin itu Penting! Pemeriksaan mata secara rutin sangat disarankan, bahkan meskipun anak belum mengeluh apa pun. Waktu yang disarankan: Usia 6 bulan – 1 tahun: Pemeriksaan awal (jika ada riwayat keluarga). Usia 3 tahun: Pemeriksaan rutin untuk deteksi dini. Setiap 1 tahun sekali: Jika hasil pemeriksaan normal. Segera: Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda seperti sering memicingkan mata, duduk terlalu dekat saat menonton, atau kesulitan membaca tulisan di papan. Pemeriksaan rutin bukan hanya untuk mendeteksi miopia, tetapi juga untuk mengontrol perkembangannya dan memastikan anak mendapat alat bantu penglihatan yang sesuai.  Ingin tahu kondisi penglihatan anak? Yuk, lakukan pemeriksaan mata rutin di Optik Kasoem Vision Care. Karena #TerlihatJelas sejak dini adalah hak setiap anak. Optik Kasoem Vision Care Optik Kasoem Vision Care hadir di berbagai kota di Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan mata terbaik bagi Anda dan keluarga. Dengan pengalaman lebih dari 80 tahun, kami menghadirkan pemeriksaan mata komprehensif, koleksi frame berkualitas, serta lensa yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Jaringan toko Optik Kasoem Vision Care tersebar luas di berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan kota-kota lainnya di Indonesia, memastikan akses mudah bagi siapa saja yang ingin mendapatkan solusi penglihatan yang optimal. Kunjungi Optik Kasoem Vision Care sekarang dan rasakan pengalaman layanan optik yang terpercaya dan dekat dengan Anda! untuk mendapatkan informasi lokasi secara lengkap.

    S
    Super Admin
    Read More
    Kenapa Miopia Anak Makin Banyak? Ini Penyebab Utamanya

    Kenapa Miopia Anak Makin Banyak? Ini Penyebab Utamanya

    Kamu mungkin sering dengar anak-anak sekarang pakai kacamata dari usia yang semakin dini. Entah itu di sekolah, taman bermain, atau bahkan anak sendiri. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, namun miopia (rabun jauh) pada anak memang makin meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tapi kenapa sih ini bisa terjadi? Apa penyebab utamanya? Bisa dicegah tidak? Yuk, kita bahas lebih dalam supaya kamu bisa lebih paham dan tahu apa yang harus dilakukan sejak sekarang. Apa Itu Miopia? Miopia atau rabun jauh adalah kondisi mata di mana seseorang bisa melihat benda dekat dengan jelas, tapi kesulitan melihat benda yang jauh. Misalnya, anak bisa baca buku dari dekat, tapi tidak bisa lihat papan tulis di kelas dengan jelas. Secara medis, miopia terjadi karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk tidak jatuh tepat di retina, tapi di depan retina. Akibatnya, gambar jadi buram saat melihat objek yang jauh. Penyebab Utama Meningkatnya Miopia pada Anak Miopia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tapi dalam beberapa tahun terakhir, para ahli sepakat bahwa gaya hidup modern sangat berpengaruh pada peningkatan kasus miopia, terutama pada anak-anak. Ini dia beberapa penyebab utamanya: Terlalu Banyak Waktu di Depan Layar Mungkin ini penyebab yang paling sering kita temui. Anak-anak zaman sekarang sangat dekat dengan gadget, mulai dari nonton YouTube, main game, belajar lewat tablet, sampai scrolling media sosial. Padahal, terlalu lama menatap layar gadget dalam jarak dekat bisa memicu kelelahan mata dan memperburuk kondisi penglihatan. Jika dilakukan setiap hari tanpa jeda, risiko miopia pun meningkat drastis. Kurang Aktivitas di Luar Ruangan Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering beraktivitas di luar ruangan punya risiko lebih rendah mengalami miopia. Kenapa? Karena cahaya alami dari sinar matahari ternyata membantu mengontrol pertumbuhan bola mata agar tidak terlalu panjang. Anak-anak yang jarang terpapar cahaya alami lebih rentan mengalami gangguan penglihatan, terutama rabun jauh. Sayangnya, banyak anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dengan gadget dibanding main di luar seperti anak-anak dulu. Faktor Genetik Kalau kamu atau pasangan punya riwayat miopia, kemungkinan anak mengalami kondisi yang sama juga lebih besar. Tapi perlu diingat, genetik bukan satu-satunya penyebab. Gaya hidup tetap punya pengaruh besar apakah miopia itu berkembang lebih cepat atau tidak. Kurang Pencahayaan Saat Membaca Kebiasaan membaca dalam pencahayaan minim atau posisi membaca yang terlalu dekat juga bisa menyebabkan tekanan berlebih pada otot mata. Ini bisa mempercepat munculnya gejala miopia. Apakah Miopia Bisa Disembuhkan? Sayangnya, miopia tidak bisa disembuhkan secara total, terutama jika sudah berkembang. Tapi jangan khawatir, kondisi ini masih bisa dikendalikan dan dicegah agar tidak makin parah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol miopia pada anak antara lain: Menggunakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter Menjalani terapi penglihatan, seperti lensa khusus atau terapi ortho-k (orthokeratology) Mengurangi screen time dan memberikan waktu istirahat untuk mata (aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat gadget, istirahat 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki) Mengajak anak bermain di luar ruangan setidaknya 1-2 jam per hari Rutin periksa mata ke optik atau dokter mata setiap 6 bulan sekali, terutama jika anak sudah mulai mengeluh pandangan kabur Miopia Tidak Bisa Diabaikan Miopia bukan hanya soal pakai kacamata atau tidak. Jika tidak dikendalikan sejak dini, miopia bisa berkembang menjadi miopia tinggi, yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti: Ablasi retina (retina terlepas) Glaukoma Katarak dini Bahkan kebutaan di usia dewasa Jadi, mengenali gejala dan penyebab sejak dini adalah langkah awal yang penting untuk menjaga kesehatan mata anak. Kapan Harus Periksa ke Ahli Mata? Kalau anak mulai menunjukkan tanda-tanda seperti: Sering menyipitkan mata saat melihat jauh Sering mengeluh pusing atau mata lelah Susah membaca tulisan di papan tulis Terlalu dekat saat menonton TV atau membaca buku Jika sudah mengalami hal tersebut, itu saatnya kamu segera konsultasi ke optik atau dokter mata. Jangan tunggu sampai minus bertambah. Jangan Ragu Konsultasikan ke Optik atau Dokter Mata Miopia pada anak memang tidak bisa sembuh, tapi bisa banget dikendalikan dan semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegahnya berkembang lebih parah. Di Optik Kasoem Vision Care, kamu bisa konsultasi langsung dengan tenaga optik profesional yang berpengalaman menangani kasus miopia anak. Mulai dari pemeriksaan mata yang lengkap, pemilihan kacamata yang tepat, hingga terapi penglihatan yang disesuaikan kebutuhan anak. Mata sehat dimulai dari langkah kecil. Yuk, jadwalkan pemeriksaan mata anak sekarang juga di Optik Kasoem Vision Care!

    S
    Super Admin
    Read More
    No Image

    Kacamata Hitam Wanita Hijab, Apa Saja Rekomendasinya?

    Kacamata hitam bermanfaat melindungi mata dari paparan sinar matahari. Namun, berguna juga sebagai aksesoris mempercantik tampilan diri.  Salah satu yang banyak dicari adalah kacamata hitam wanita hijab. Apa saja rekomendasi sunglasses untuk wanita berhijab? Kacamata Hitam Kacamata hitam membantu mengurangi silau dan melindungi mata serta penglihatan di berbagai musim. Jadi, lebih dari sekadar aksesori fesyen. Dalam catatan American Academy of Ophthalmology, kacamata hitam melindungi mata dari sinar ultraviolet (UV), energi radiasi yang dihasilkan oleh matahari. Ini termasuk UVA dan terutama UVB yang merusak jaringan permukaan mata, kornea, dan lensa. Jika tidak dilindungi, kerusakan akibat sinar tersebut dapat menyebabkan: katarak (kekeruhan pada lensa mata) degenerasi makula (bagian makula menipis) dan kondisi mata lain yang mengganggu penglihatan Kacamata Hitam Wanita Hijab Kacamata hitam wanita tersedia dalam berbagai model dan warna untuk yang tidak mengenakan hijab atau yang memakai hijab. Dalam catatan myvision.org, berikut rekomendasi kacamata hitam wanita hijab maupun tidak berhijab. Kacamata Aviator Klasik Ray-Ban Rekomendasi brand kacamata hitam wanita hijab dan non-hijab adalah Ray-Ban. Brand yang populer sejak 1930-an ini diklaim meminimalkan silau dan memaksimalkan gaya. Tersedia dalam berbagai ukuran agar sesuai dengan wajah yang lebih kecil, harganya mulai dari 163 USD. Kacamata Oakley Half Jacket 2.0 Matte Black Ini merupakan kacamata hitam dengan lensa terpolarisasi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat cahaya. Tergolong memiliki material ringan untuk dipakai wanita berhijab dan non-hijab, kacamata ini akan tetap 'stay' terpasang saat berlari dan berkeringat. Selain itu, kacamata ini dapat disesuaikan dengan lensa resep dokter. Oakley Half Jacket 2.0 Matte Black dibanderol mulai dari 201 USD. Ray-Ban Jackie Ohh Kacamata hitam wanita hijab dan non-hijab yang tak lekang oleh waktu ini menawarkan perlindungan UV 100 persen. Tak hanya itu, Kacamata ini menjadi pernyataan mode yang berani yang dibanderol mulai dari 213 USD. Kacamata Hitam Wanita Hijab dari Chanel Kacamata Chanel dengan bentuk oval merupakan brnad desainer yang dibuat dengan tangan dan memiliki perlindungan UV 100 persen. Brand ini membanderolnya dengan harga 505 USD. Persol Sunglasses for Women Kacamata hitam Persol untuk wanita ini menawarkan gaya klasik. Dibuat dengan tangan di Italia, harganya 307 USD. Maui Jim Lake Polarized Plus 2 Lenses Kacamata hitam ini memiliki bingkai transparan berwarna keperakan dan lensa terpolarisasi ungu-biru yang menenangkan. Sehingga, menciptakan tampilan trendi yang merupakan perpaduan sempurna antara gaya dan olahraga. Brand ini dibanderol 524 USD. Kacamata Bulat Klasik SOJOS Kacamata hitam untuk wanita ini bentuknya hampir bulat tetapi dengan sudut yang mengarah ke atas. Dengan harga 15 USD, tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan pilihan yang bergaya. Tips Memilih Kacamata Hitam Wanita Hijab Model dari berbagai brand yang ada di pasaran memang menggiurkan. Tapi, pertimbangkan gaya pemakaian hijab seperti longgar atau ketat. Maka dari itu, pertimbangkan hal berikut sebelum memutuskan untuk membelinya. Bentuk wajah Bentuk wajah akan memengaruhi kacamata hitam yang paling cocok untuk dipakai bagi yang berhijab atau tidak. Misalnya: bingkai persegi atau persegi panjang cenderung cocok untuk wajah bulat wajah persegi sering kali terlihat cocok dengan kacamata hitam bulat atau oval yang mengimbangi sudut-sudut tajam wajah persegi kacamata hitam aviator atau cat-eye sering kali cocok dengan wajah yang lebih bersudut wajah berbentuk hati dapat terlihat lebih menarik dengan kacamata hitam bundar atau bingkai yang lebih lebar di bagian atas wajah oval dapat terlihat bagus dengan gaya mata kucing dan bentuk yang lebih besar Kebutuhan resep Jika memakai kacamata resep, kacamata hitam resep adalah solusi yang praktis. Sehingga, penglihatan tetap bagus saat memakai kacamata untuk matahari. Kacamata hitam jepit selalu menjadi pilihan, tetapi banyak wanita lebih menyukai tampilan kacamata hitam standar dengan lensa resep di dalamnya. Bahan kacamata hitam wanita hijab Setiap bahan bingkai menawarkan keunggulan berbeda, mulai dari daya tahan hingga selera mode. Bingkai logam Kebanyakan bingkai terbuat dari logam, plastik atau gabungan keduanya. Bingkai kacamata hitam dengan material logam termasuk ringan dan tahan lama. Glasses Direct menjelaskan pilih yang memiliki bantalan hidung (nosepad). Ini membuat kacamata terpasang dengan nyaman dan aman di pangkal hidung. Plastik Frame kacamata plastik tersedia dua pilihan, yaitu: Zyl atau zylonite atau selulosa asetat merupakan bahan paling umum frame kacamata plastik. Jenis plastik ini tidak mahal dan ringan serta tersedia dalam berbagai warna. Selulosa asetat propionat merupakan plastik ringan berbahan dasar nilon yang hipoalergenik. Dengan jenis plastik lain, material ini sedikit lebih lentur Bingkai kacamata hitam plastik tersedia dalam beragam pilihan warna. Ketika memilih kacamata dengan bahan ini, pastikan tidak terlalu ketat atau terlalu besar. Kacamata hipoalergenik juga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Sedangkan,bingkai yang terbuat dari titanium dan baja tahan karat pun bisa menjadi pilihan untuk membantu menghindari iritasi kulit. Lagi cari kacamata hitam untuk wanita berhijab? Silakan kunjungi Optik Kasoem Vision Care di cabang terdekat kotamu dan dapatkan promo menarik untuk setiap pembelian kacamata!

    S
    Super Admin
    Read More
    Kacamata Hitam Bulat, Representasi John Lennon

    Kacamata Hitam Bulat, Representasi John Lennon

    Kacamata hitam lebih dari sekadar aksesori fesyen. Karena, dengan lensa khusus bisa berguna untuk memberi perlindungan terhadap sinar UV yang berbahaya. Jika mencari yang timeless,kacamata hitam bulat bisa masuk wishlist kamu nih. Apalagi, round glasses which is trend over the years.  Kacamata Hitam Bulat Kacamata hitam dengan frame bulat, entah dengan resep atau non-resep wajib masuk ke dalam lemari pakaian. Ini, bagi mereka yang senang berkunjung ke festival musik, apalagi penggemar The Beatles. Dalam catatan Vision Center, kacamata hitam bulat adalah pilihan populer juga untuk siapa pun yang ingin melengkapi pakaian mereka dengan kesan berbeda. Kacamata hitam bulat tersedia dalam bingkai tebal atau tipis. Materialnya bisa terbuat dari logam atau plastik. Kacamata hitam bulat ini dinilai sangat serbaguna. Bingkai logam tipis seperti yang dikenakan John Lennon menciptakan tampilan vintage. Sementara, bingkai plastik tebal menawarkan kesan lebih modern. Kacamata Hitam Bulat John Lennon Dalam catatan The Beatles Story dijelaskan John Lennon sebagai salah satu orang pertama, bersama Buddy Holly, yang menggunakan kacamata sebagai pernyataan fesyen. Musisi asal Inggris itu pertama kali mulai memakai kacamata bergaya 'nenek' atau 'granny' pada 1966. Ketika itu, dia menerima sepasang kacamata sebagai persiapan untuk perannya dalam film Richard Lester, How I Won The War. Bukan kacamata hitam bulat, musisi legendaris asal Inggris yang rabun jauh itu mulai mengadopsi kacamata bulat dengan lensa resep. Tetap dengan ciri khasnya, kacamata bulat dengan lensa kecil berwarna. Di kemudian hari, kacamata tersebut dinilai sebagai teashade, kacamata bulat model Windsor atau kacamata bulat nenek (round granny glasses). Material Kacamata Kacamata hitam bulat John Lennon terbuat dari kawat tipis, bahan logam. Frame dengan material ini terbagi lagi menjadi enam, yaitu sebagai berikut. Titanium. Material ini sangat kuat, ringan dan tahan korosi. Mereka hipoalergenik, jadi dapat dipertimbangkan untuk orang yang alergi terhadap logam tertentu, seperti nikel Monel terbuat dari campuran logam. Berbeda dengan titanium, frame ini mungkin mengandung nikel atau logam lain yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang dengan kulit sensitif Berilium dinilai material yang lebih murah, ketimbang titanium. Bahannya sangat ringan, kuat, dan fleksibel serta tahan korosi. Jadi, memudahkan ahli kacamata untuk menyesuaikannya Baja dianggap tahan karat ringan dan kuat serta tahan korosi. Namun, tidak seringan titanium. Soal harga, bisa lebih murah daripada bingkai logam lainnya Flexon. Sama seperti namanya, ini adalah bahan kacamata yang sangat fleksibel. Flexon adalah paduan titanium, yang kembali ke bentuk semula bahkan setelah dipelintir atau ditekuk. Bingkai ini ringan, tahan korosi, dan hipoalergenik Aluminium. Bahan aluminium terkadang digunakan untuk frame kacamata kelas atas. Ini tahan korosi, fleksibel dan kuat Adapun kelebihan material ini lebih tahan lama, ringan, dan tahan terhadap korosi. Sementara kekurangannya, harga bisa lebih mahal, dapat menyebabkan reaksi negatif pada kulit, dan pilihan warna tidak banyak. Kacamata dari plastik Frame kacamata dari bahan plastik adalah pilihan paling populer. Karena, biasanya lebih murah, ringan, dan tersedia dalam berbagai warna dan gaya. Dalam catatan Vision Center material utama bingkai plastik antara lain: Zylonite, juga dikenal sebagai Zyl atau selulosa asetat. Material jenis ini tidak mahal dan ringan, serta tersedia dalam berbagai warna. Bingkai Zyl pun mudah disesuaikan oleh ahli kacamata Selulosa asetat proprionat. Bahan frame kacamata ini terbuat dari plastik ringan berbasis nilon yang hipoalergenik. Ini sedikit lebih letur dari bingkai plastik lainnya Campuran nilon. Terbuat dari bahan campuran, material frame ini kuat dan ringan. Ini merupakan pilihan populer untuk bingkai olahraga atau keselamatan Resin epoksi Optyl. Bahan kacamata ini adalah merek resin epoksi. Saat dipanaskan, menjadi sangat lunak. Sehingga, memudahkan ahli kacamata untuk membentuk bingkai sesuai bentuk wajah Tak sekadar fesyen, kacamata hitam bermanfaat untuk melindungi dari sinar UV, debu, dan panas yang berbahaya. Sehingga, membuat orang yang mengendarai mobil atau motor, berjalan kaki, dan berolahraga lebih aman dengan mengurangi silau. Kacamata dari plastik Frame kacamata dari bahan plastik adalah pilihan paling populer. Karena, biasanya lebih murah, ringan, dan tersedia dalam berbagai warna dan gaya. Dalam catatan Vision Center material utama bingkai plastik antara lain: Zylonite, juga dikenal sebagai Zyl atau selulosa asetat. Material jenis ini tidak mahal dan ringan, serta tersedia dalam berbagai warna. Bingkai Zyl pun mudah disesuaikan oleh ahli kacamata Selulosa asetat proprionat. Bahan frame kacamata ini terbuat dari plastik ringan berbasis nilon yang hipoalergenik. Ini sedikit lebih letur dari bingkai plastik lainnya Campuran nilon. Terbuat dari bahan campuran, material frame ini kuat dan ringan. Ini merupakan pilihan populer untuk bingkai olahraga atau keselamatan Resin epoksi Optyl. Bahan kacamata ini adalah merek resin epoksi. Saat dipanaskan, menjadi sangat lunak. Sehingga, memudahkan ahli kacamata untuk membentuk bingkai sesuai bentuk wajah Tak sekadar fesyen, kacamata hitam bermanfaat untuk melindungi dari sinar UV, debu, dan panas yang berbahaya. Sehingga, membuat orang yang mengendarai mobil atau motor, berjalan kaki, dan berolahraga lebih aman dengan mengurangi silau. Cari Kacamata Bulat Hitam? Optik Kasoem memiliki kacamata dengan berbagai bentuk, dari model rectangular, bulat maupun oversized. Model-model tersebut tersedia dari house brand, Kavica series serta branded seperti Ray-Ban. Jika ingin menambahkan lensa sesuai keinginan, Optik Kasoem pun bisa memberikan pilihan lensa dari Kavica, Essilor hingga Hoya. Berdiri lebih dari 80 tahun, Optik Kasoem memberikan layanan perawatan mata untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia). Layanan berupa pemeriksaan penglihatan lapang pandang, kontra sensitivitas, binokuler, strabismus (mata juling), pemeriksaan buta warna, dan screening low vision. Kini, tersedia juga layanan myopia control untuk anak-anak. Tunggu apalagi, konsultasi kepada tim Optik Kasoem Vision Care dan temukan kacamata timeless sesuai pilihanmu!

    S
    Super Admin
    Read More
    Kacamata Anti-Radiasi Anak, Perlindungan Mata saat Main HP

    Kacamata Anti-Radiasi Anak, Perlindungan Mata saat Main HP

    Kacamata anti radiasi anak merupakan kacamata yang bertujuan untuk mengurangi paparan cahaya biru (blue light) dari komputer, smartphone, dan tablet. Sebab, paparan cahaya dari perangkat digital tersebut dinilai menimbulkan masalah pada mata. Misalnya, gangguan siklus tidur, penyakit mata, dan paling sering ketegangan mata digital. Tapi apakah kacamata anti-radiasi anak benar-benar bermanfaat? Kacamata Anti Radiasi Anak Dikenal dengan kacamata blue ray, kacamata blue light ini berfungsi meminimalkan jumlah blue light atau cahaya biru yang masuk ke mata dari perangkat digital. Karena, pada kacamata tersebut terdapat lapisan untuk memblokir cahaya biru pada lensa kacamata. Dengan pemakaian yang teratur, kacamata anti radiasi, termasuk untuk anak-anak dinilai mengurangi masalah pada mata, seperti ketegangan mata digital (digital eye strain). Apa itu digital eye strain? Digital eye strain atau sindrom penglihatan komputer menurut American Optometric Association menggambarkan sekelompok masalah terkait mata dan penglihatan yang akibat penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan telepon seluler dalam jangka waktu lama. Penyebab kondisi ini sering kali karena: huruf-huruf pada komputer atau perangkat genggam tidak setepat atau setajam yang ditentukan, tingkat kontras huruf dengan latar belakang berkurang silau dan pantulan pada layar jarak pandang dan sudut sering berbeda-beda dari aktivitas membaca atau menulis Akibat dari kondisi tersebut, sistem visual menuntut tambahan fokus mata dan gerakan mata untuk tampilan layar digital. Selain itu, adanya masalah penglihatan secara signifikan memengaruhi kenyamanan dan kinerja di depan komputer atau saat menggunakan perangkat layar digital lainnya. Ketegangan Mata Digital pada Anak-anak Dokter mata anak dan juru bicara klinis untuk American Academy of Ophthalmology Stephen Lipsky, MD mengatakan ada peningkatan anak-anak yang menderita ketegangan mata. Hal tersebut dapat terjadi karena bertambahnya waktu menatap layar digital, memainkan HP, dan sebagainya. Tapi, kabar baiknya, sebagian besar gejala dapat dihindari dengan melakukan beberapa langkah sederhana. Rekomendasi untuk mengurangi efek ketegangan mata digital, yaitu beristirahat selama 20 detik dari pekerjaan jarak dekat setiap 20 menit. Tips untuk Orang Tua menerapkan aturan 20-20 Gunakan timer. Timer manual atau timer pada smartphone Anda berguna untuk mengingatkan anak agar istirahat setiap 20 menit saat memainkan HP-nya Pakai buku asli daripada e-book. Ketika membaca, ajak anak-anak untuk melihat ke atas dan ke luar jendela setiap dua bab atau tutup mata mereka selama 20 detik Pra-tandai buku dengan klip kertas setiap beberapa bab. Saat mereka mencapai klip kertas, itu akan mengingatkan mereka untuk melihat ke atas. Pada e-book, gunakan fungsi “bookmark” untuk efek yang sama Optimalkan ruang belajar Pastikan mereka melihat laptop dari jarak dekat, sekitar 18 hingga 24 inci dari tempat mereka duduk. Idealnya, mereka harus memiliki monitor yang diposisikan setinggi mata, tepat di depan tubuh. Tablet juga harus dipegang sejauh lengan Untuk mengurangi silau, posisikan sumber cahaya di belakang punggung, bukan di belakang layar komputer Sesuaikan kecerahan dan kontras pada layar agar terasa nyaman bagi mereka Jangan gunakan perangkat di luar atau di area yang terang benderang; silau pada layar dapat menyebabkan ketegangan mata Hindari menggunakan perangkat di ruangan gelap. Saat pupil mengembang untuk mengakomodasi kegelapan, kecerahan layar dapat memperburuk bayangan dan menyebabkan ketidaknyamanan Letakkan perangkat 30 hingga 60 menit sebelum waktu tidur. Cahaya biru dapat mengganggu tidur. Untuk remaja yang suka menunda-nunda, alihkan ke "mode malam" atau mode serupa untuk mengurangi paparan cahaya biru Terakhir, pastikan mereka menghabiskan waktu di luar rumah. Penggunaan komputer dan aktivitas kerja jarak dekat lainnya mungkin mendorong epidemi rabun jauh di seluruh dunia pada anak-anak, meskipun hal ini belum terbukti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama pada anak usia dini, dapat memperlambat perkembangan rabun jauh Jadi, perlukah kacamata anti radiasi anak? Anak-anak yang memainkan HP dan mengalami penglihatan yang kabur karena kelainan refraksi (refractive error) seperti miopi (myopia) perlu kacamata untuk mengoreksi penglihatannya. Karena, kacamata merupakan cara sederhana dan non-invasif untuk mengembalikan fokus mata yang kabur karena masalah refraksi.

    S
    Super Admin
    Read More
    Penglihatan Monokular, seperti Apa itu?

    Penglihatan Monokular, seperti Apa itu?

    Mata adalah organ utama penglihatan yang diciptakan sepasang. Artinya, ketika kedua mata digunakan bersama dapat memberikan fungsi penglihatan yang optimal. Tapi, apa jadinya ketika hanya menggunakan satu mata saja? Seperti apa penglihatan hanya dengan satu mata atau penglihatan monokular? Penglihatan Monokular Penglihatan melibatkan kerja kedua mata dan otak. Caranya: setiap mata menerima sinar cahaya yang masuk melewati bagian depan mata (kornea) ke lensa kornea dan lensa membantu memfokuskan sinar cahaya ke bagian belakang mata (retina) sel-sel di retina menyerap dan mengubah cahaya menjadi impuls (gambar), kemudian mentransfernya ke sepanjang saraf optik dan otak otak menggambungkan kedua gambar menjadi satu gambar jelas Dalam catatan Manitoba Association of Optometrists, meskipun masing-masing mata memproses apa yang dilihatnya secara mandiri, kedua mata harus bekerja sama agar dapat melihat dengan baik. Itu disebut dengan penglihatan binokular. Sementara itu ketika seseorang menggunakan satu mata untuk melihat disebut penglihatan monokular (monocular vision). Karena hanya mengandalkan satu mata, maka berdampak pada berkurangnya persepsi tiga dimensi, bidang penglihatan perifer, dan ketajaman visual. Apa penyebab penglihatan monokular? Berbagai hal termasuk penyakit mata menjadi penyebab penglihatan monokular. Namun, paling sering terjadi karena: trauma cedera atau kecelakaan pada mata melibatkan kehilangan penglihatan yang parah atau total Bagaimana pengaruh penglihatan monokular? Dalam catatan bristol.gov.uk, kondisi ini akan memengaruhi kerja yang dilakukan dua mata, antara lain sebagai berikut. Persepsi tiga dimensi Dengan penglihatan pada kedua mata, manusia dapat melihat tinggi, lebar, dan kedalaman dari benda-benda di sekitar. Ketika membandingkan dimensi tersebut dengan dimensi benda lain,manusia dapat mengenali jarak dan ukuran benda Bidang penglihatan perifer (peripheral visual field) Sekitar seperlima bidang penglihatan perifer mungkin hilang ketika hanya satu mata yang bekerja. Padahal, bidang penglihatan perifer (penglihatan tepi) adalah segala sesuatu yang dapat dilihat tanpa menggerakkan kepala. Karena bidang penglihatan secara keseluruhan menyempit, kondisi tersebut dapat mengganggu orientasi keseluruhan. Ketajaman visual Ketajaman penglihatan mengukur seberapa jernih dan tajam penglihatan pada jarak tertentu. Pada penglihatan normal, hasil 20/20 artinya ketajaman penglihatan normal atau bisa membaca baris orang dengan penglihatan normal pada jarak 20 kaki. Dampak Penglihatan Monokular Dalam catatan See Abilility, dampak dari penglihatan monokular dapat menyulitkan seseorang dalam hal seperti berikut. Keseimbangan Menemukan jalan mereka yang dapat menyebabkan perasaan disorientasi Menilai secara visual yang mana segala sesuatunya berhubungan satu sama lain (spasial kesadaran) dan melihat gambar tiga dimensi, sehingga segala sesuatunya tampak datar Menabrak benda dan orang Naik turun tangga, tangga, eskalator, tepi jalan, tanah tidak rata dan perubahan tingkat lantai Menggerakkan kursi roda atau alat bantu jalan Koordinasi mata-tangan dan mengambil sesuatu Melaksanakan tugas sehari-hari, seperti menuangkan air dari kendi ke dalam cangkir Tugas-tugas yang menuntut penglihatan dekat yang baik seperti membaca atau menemukan benda-benda kecil Ikut serta dalam olahraga atau aktivitas lain apa pun yang melibatkan penilaian kecepatan, kedalaman, dan arah, termasuk lalu lintas Mentransfer keterampilan yang telah mereka pelajari dari satu lingkungan ke lingkungan lain Ketika menggunakan penglihatan dengan satu mata, biasanya akan mengalami beberapa gejala tidak nyaman saat. Karena, sistem penglihatan menyesuaikan diri dengan cara pandang baru ini. Seiring berjalannya waktu, mata sehat akan 'mengambil alih' dan tugas-tugas yang dilakukan kedua mata. Jadi, kesulitan dengan persepsi kedalaman juga membaik secara alami karena sistem visual menggunakan petunjuk lain untuk membantu mengatasi masalah ini. Pemeriksaan Rutin Seperti dilansir dari RNIB, penting bagi orang-orang yang memiliki penglihatan monokular melakukan pemeriksaan mata secara rutin dengan dokter mata.  Tak hanya itu, gunakan kacamata pelindung atau kacamata olah raga untuk mencegah cedera mata. Konsultasi di Optik Kasoem   Penglihatan binokular penting untuk mendukung setiap fase kehidupan manusia. Maka dari itu, penting melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan penglihatan dengan Expert-nya. Optik Kasoem bisa menjawab kebutuhan terkait hal tersebut. Berpengalaman lebih dari 80 tahun, Optik Kasoem memiliki konsultan, Refraksionis Optisien (RO) untuk merawat penglihatan. Pemeriksaan scara detail akan fokus pada tajam penglihatan, pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta myopia management untuk anak-anak dengan minus tinggi. Optik Kasoem juga menyediakan berbagai kacamata untuk mendukung penglihatan dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Silakan kunjungi kami di cabang terdekat kota Anda!

    S
    Super Admin
    Read More
    Model Kacamata untuk Wajah Bulat, dari Cat Eye sampai Browline

    Model Kacamata untuk Wajah Bulat, dari Cat Eye sampai Browline

    Kacamata memang bermanfaat untuk mengoreksi penglihatan karena kelainan refraksi. Namun, kini juga berguna menyempurnakan fitur wajah seseorang seperti wajah bulat. Lantas, bagaimana model kacamata untuk wajah bulat? Wajah Bulat Setiap bentuk wajah memiliki kelebihan masing-masing, seperti wajah berbentuk bulat. Meski tak benar-benar bulat, bentuk wajah bulat memiliki ciri-ciri seperti: dahi dan rahang dengan lebar yang sama pipi chubby atau pipi penuh tulang pipi adalah bagian paling lebar dari wajah dagu membulat dengan sedikit sudut Representasi wajah bulat seperti dilansir dari Vogue ada pada beberapa selebriti dunia. 10 selebriti dengan bentuk wajah bulat, contohnya adalah: Cameron Diaz Drew Barrymore Kirsten Dunst Mila Kunis Miranda Kerr Emma Stone Selena Gomez Jennifer Lawrence Chrissy Teigen Billie Eilish Model Kacamata untuk Wajah Bulat Model kacamata untuk wajah bulat mulai dari kacamata kotak (square), pilot (aviator), browline, cat eye, persegi panjang (rectangle) sampai oversize. Berikut model kacamata yang cocok untuk wajah bulat seperti dilansir dari Vision Center. Kacamata kotak (square) Wajah bulat memiliki lebar dan panjang wajah yang sama. Sehingga, perlu kacamata untuk membuat wajah terlihat lebih tirus atau menambah fitur sudut pada wajah. Frame kacamata kotak dinilai akan menambah sudut yang menonjolkan fitur wajah. Bentuk dan lebar kacamata kotak berfungsi untuk memanjangkan wajah. Jadi, membuat wajah tampak lebih panjang dan lebih tirus. Model kacamata pilot untuk wajah bulat Awalnya diciptakan untuk pilot militer pada 1935, Aviator kini telah beralih menjadi mode utama. Desainnya menampilkan bentuk tetesan air mata dan bingkai logam dengan bilah atas khas di sepanjang garis alis. Kacamata browline untuk wajah bulat Bentuk bingkai browline membulat di bagian bawah. Mereka juga memiliki garis alis lebar yang dapat membantu mengurangi lebar dahi. Clubmaster, juga dikenal sebagai kacamata setengah bingkai ini meniru garis alis, mengangkat pipi, dan memberi bentuk pada wajah. Meski memang tak menambah banyak sudut, dapat menciptakan ilusi panjang sehingga membuat wajah lebih tirus. Cat eye Bingkai kacamata cat eye bisa jadi pilihan wanita dengan bentuk wajah pipi bulat dan chubby. Sudut khas di dekat lengan pelipis dan garis alis langsung mempertajam dan menyempurnakan fitur wajah. Oversized Bingkai berukuran besar memiliki efek visual lebih lebar dan tinggi, apalagi bingkai dengan tinggi lebih dari 42mm. Dengan ukuran yang lebih besar dapat mengimbangi dan membuat kontras pemilik wajah bulat. Kacamata navigator Bingkai navigator mirip dengan kacamata pilot. Tetapi, memiliki lebih banyak sudut atau bingkai persegi. Ini sangat cocok untuk menonjolkan fitur wajah bulat. Pilih Kacamata untuk Wajah Bulat di Optik Kasoem! Berpengalaman lebih dari 80 tahun Optik Kasoem menyediakan frame kacamata sebagai alternatif alat bantu penglihatan dari lokal, seperti Kavica x Sadega, Kavica Stylo hingga brand internasional, seperti Ray-Ban, Levi’s, Montblanc, Aigner. Anda juga dapat menjalani pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision serta manajemen myopia untuk anak. Jika ingin mengetahui stok kacamata, Anda juga dapat berkunjung ke marketplace resmi Tokopedia, dan Shopee.

    S
    Super Admin
    Read More
    Jenis-Jenis Miopia, Ini yang Perlu Kamu Tahu!

    Jenis-Jenis Miopia, Ini yang Perlu Kamu Tahu!

    Miopia adalah kelainan refraksi paling umum di dunia. World Health Organization (WHO) mengungkapkan rabun jauh, istilah umumnya, memengaruhi sekitar 2,6 miliar orang di dunia. Ini menyebabkan penderitanya tak dapat dengan jelas objek jarak jauh. Berdasarkan kondisi mata, apa saja jenis-jenis miopia? Miopia Pada mata yang normal, sinar cahaya masuk ke mata melalui kornea, pupil, dan lensa. Kornea dan lensa bekerja sama untuk membelokkan cahaya sehingga mendarat atau fokus ke retina, jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Retina mengubah cahaya menjadi impuls listrik yang dikirim ke otak melalui saraf optik. Otak menerima sinyal tersebut sebagai gambar yang dilihat. Miopia (myopia atau miopi) terjadi ketika cahaya yang masuk tidak terfokus dengan benar di retina. Jadi, cahaya tidak membelok dengan benar diarahkan ke depan retina. Dalam catatan National Eye Institute, salah satu penyebabnya adalah bentuk mata, yaitu: bola mata tumbuh terlalu panjang dari depan ke belakang ada masalah dengan bentuk kornea, seperti terlalu melengkung tajam masalah pada lensa (bagian dalam mata yang membantu fokus mata) Akibat dari kondisi tersebut, cahaya terfokus di depan retina, bukan di retina. Hal ini membuat objek yang jauh terlihat buram. Jenis-jenis Miopia Berdasarkan jatuhnya sinar cahaya yang tidak fokus ke tepat di retina, Myopia Focus, membagi jenis-jenis miopia menjadi dua, yaitu refractive myopia (miopi refraktif) dan axial myopia (miopi aksial). Jenis-jenis miopia. Ilustrasi miopia refraktif (refractive myopia). (Dok. myopiafocus.org) Miopia refraktif Ini terjadi karena kornea terlalu melengkung (lapisan depan mata yang jernih) atau masalah pada lensa (bagian dalam mata yang membantu fokus mata) atau keduanya. Sehingga, sinar cahaya masuk ke mata melalui kornea, pupil, dan lensa tidak terfokus dengan benar di retina. Jenis-jenis miopia. Ilustrasi miopia aksial (axial myopia). (Dok. myopiafocus.org) Axial myopia Kondisi ini terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu panjang dari depan ke belakang. Dampaknya, meningkatkan panjang fokus dan menyebabkan cahaya terfokus di depan retina. Sementara itu, American Academy of Ophthalmology, membagi miopia menjadi tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Rabun jauh ringan disebut juga miopia rendah adalah ukuran kurang dari 3 dioptri Rabun dekat sedang atau miopia adalah 3 sampai 6 dioptri miopia Rabun jauh yang parah (miopia lebih dari 6 dioptri) disebut juga miopia tinggi Gejala Miopia Beberapa tanda dan gejala miopia antara lain: ketegangan mata sakit kepala menyipitkan mata untuk melihat dengan benar, dan kesulitan melihat benda yang jauh, seperti rambu jalan atau papan tulis di sekolah Jika menderita rabun jauh ringan, mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Selain itu, anak kecil dengan miopia mungkin juga tidak mengeluhkan penglihatan kabur. Jadi, penting untuk melakuka pemeriksaan mata dan tes penglihatan secara rutin. Sehingga dokter dapat memastikan penglihatan sejelas mungkin. Hal tersebut juga mencegah risiko lebih tinggi mengalami kondisi mata lainnya, seperti ablasi retina (ketika retina terlepas dari posisi normalnya). Periksa Jenis-jenis Miopia di Optik Kasoem Salah satu rekomendasi vision care untuk pemeriksaan mata ada di Optik Kasoem. Melayani lebih dari 80 tahun, Optik Kasoem menyediakan pemeriksaan detail yang fokus pada tajam penglihatan, pemeriksaan lapang pandang, kontra sensitivitas, strabismus (mata juling), screening buta warna, dan pemeriksaan low vision. Sebagai solusi, Optik Kasoem juga menyediakan berbagai kacamata dan lensa dari brand terpercaya serta lensa kontak untuk memenuhi kebutuhan penglihatan. Silakan menghubungi kami melalui Kasoem Care, layanan pelanggan 24 jam untuk reservasi atau konsultasi.

    S
    Super Admin
    Read More