Kapan Mata Juling Mulai Terlihat pada Bayi?

    Kapan Mata Juling Mulai Terlihat pada Bayi?

    Gambar: Kapan Mata Juling Mulai Terlihat pada Bayi?

    Mata juling (strabismus) dapat mulai terlihat pada masa bayi, baik sejak beberapa minggu pertama setelah lahir maupun berkembang secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun pertama kehidupannya.

    Pada bayi yang masih sangat kecil, mata yang sesekali tampak tidak sejajar dapat terjadi karena kemampuan kontrol dan koordinasi otot matanya belum matang. Namun, mata yang tampak juling secara terus-menerus (konstan) pada usia berapa pun tidak boleh diabaikan. Jika kelainan posisi mata masih terlihat setelah bayi melampaui usia 4 bulan, evaluasi oleh tenaga profesional sangat dianjurkan.

    Perlu diingat pula bahwa mata bayi yang tampak tidak sejajar belum tentu merupakan strabismus asli, karena bentuk anatomi wajah bayi juga dapat menciptakan ilusi visual serupa.

    Kapan Mata Juling Bisa Mulai Terlihat pada Bayi?

    Strabismus pada anak tidak selalu terdeteksi pada hari pertama kelahiran. Salah satu bentuk yang paling umum dijumpai adalah infantile esotropia (kondisi salah satu mata bergulir ke arah dalam mendekati hidung yang terjadi pada tahun pertama kehidupan).

    Kondisi ini umumnya mulai terlihat lebih jelas saat bayi memasuki usia 2 hingga 6 bulan, seiring dengan bertambahnya durasi waktu bayi dalam memfokuskan pandangan ke objek di sekitarnya.

    Apakah Mata Bayi yang Sesekali Terlihat Juling Normal?

    Pada rentang usia 0 hingga 3 bulan, sistem koordinasi visual bayi masih dalam tahap penyesuaian. Kerap kali bola mata bayi terlihat sedikit bergulir atau tidak sinkron saat ia merasa lelah, mengantuk, atau mencoba melihat benda di dekatnya.

    Untuk memahaminya secara tepat, orang tua perlu membedakan dua pola pergerakan berikut:

    • Gerakan Sesekali (Intermiten): Bola mata tampak melenceng hanya pada momen tertentu (misalnya saat lelah), lalu kembali lurus secara alami. Kondisi ini tergolong umum pada bayi baru lahir dan biasanya membaik seiring perkembangan otot mata hingga usia sekitar 4 bulan.

    • Kondisi Terus-Menerus (Konstan): Salah satu mata tampak menetap mengarah ke dalam, ke luar, atau ke atas tanpa pernah kembali ke posisi sejajar. Kondisi ini tidak dianggap normal pada usia berapa pun dan memerlukan pemeriksaan medis secepatnya.

    Mata Bayi Terlihat Juling, Apakah Pasti Strabismus?

    Banyak bayi mengalami kondisi yang disebut pseudostrabismus (juling palsu). Pada pseudostrabismus, sumbu penglihatan kedua mata bayi sebenarnya sejajar sempurna, namun tampilannya terlihat seolah-olah juling.

    Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan fitur wajah bayi, seperti:

    • Batang hidung yang masih cenderung datar (flat nasal bridge).

    • Adanya lipatan kulit lebar di sudut dalam mata (epicanthal folds) yang menutupi area putih mata (sklera) di sisi dalam.

    Saat melirik ke samping, bagian putih mata yang tertutup lipatan kulit menciptakan ilusi bahwa mata bayi bergulir terlalu dalam. Orang tua tidak dapat memastikan sendiri apakah kondisi tersebut merupakan strabismus asli atau pseudostrabismus hanya melalui pengamatan dari foto atau visual biasa.

    Untuk mengenali tanda-tandanya lebih jauh, Anda dapat membaca panduan lengkap kami mengenai ciri-ciri mata juling pada bayi.

    Kapan Bayi Perlu Pemeriksaan Mata?

    Photo by Mr Jordan Singh

    Alt: Ilustrasi gangguan penglihatan mata juling pada bayi

    Orang tua sebaiknya segera menjadwalkan pemeriksaan kesehatan mata apabila:

    • Mata bayi tampak tidak sejajar secara terus-menerus (konstan), meskipun usia bayi masih di bawah 4 bulan.

    • Bola mata masih tampak bergulir atau tidak lurus secara konsisten setelah melampaui usia 4 bulan.

    • Salah satu mata bayi tampak kaku atau tidak ikut bergerak mengikuti arah objek yang digerakkan.

    • Posisi mata yang tidak sejajar terlihat semakin sering muncul dari minggu ke minggu.

    Pemeriksaan dini penting untuk memastikannya secara klinis serta mencegah risiko komplikasi penglihatan jangka panjang, seperti ambliopia (mata malas).

    Bagaimana Mata Juling pada Bayi Diperiksa?

    Evaluasi posisi mata pada bayi dilakukan secara aman, lembut, dan tanpa rasa sakit. Tenaga profesional akan mengevaluasi titik pantulan cahaya pada pupil (Hirschberg test), mengamati gerakan bola mata saat memfokuskan pandangan, serta melakukan skrining refraksi dasar.

    Prosedur ini dapat dijalankan menggunakan metode pemeriksaan mata untuk anak yang belum bisa bicara. Apabila diperlukan evaluasi daya bias cahaya secara lebih spesifik, pemeriksa dapat menerapkan teknik apa itu pemeriksaan refraksi objektif tanpa menuntut komunikasi lisan dari si kecil.

    FAQ (Frequently Asked Questions)

    1. Apakah bayi baru lahir bisa terlihat juling?

    Bisa. Pada usia baru lahir hingga 3 bulan, koordinasi otot mata bayi masih berkembang sehingga bola mata sesekali tampak melenceng. Namun, jika pergerakan tidak sejajar ini terjadi terus-menerus, pemeriksaan tetap perlu dilakukan.

    2. Sampai usia berapa mata bayi kadang terlihat juling?

    Ketidaksejajaran mata yang bersifat sesekali (intermiten) akibat perkembangan otot mata umumnya membaik dan menghilang seiring berkembangnya koordinasi visual hingga usia sekitar 4 bulan.

    3. Apakah mata bayi yang terlihat juling pasti strabismus?

    Tidak pasti. Banyak bayi mengalami pseudostrabismus (juling palsu) akibat bentuk batang hidung yang datar dan lipatan kulit di sudut mata, padahal posisi sumbu matanya sejajar sempurna.

    4. Kapan mata bayi yang juling harus diperiksa?

    Mata bayi perlu diperiksa jika posisinya tampak tidak sejajar secara menetap pada usia berapa pun, atau jika mata masih tampak juling setelah melampaui usia 4 bulan.

    Solusi Evaluasi Penglihatan Bayi yang Nyaman & Presisi

    Percayakan pemantauan kesehatan visual si kecil melalui layanan pemeriksaan mata anak di Optik Kasoem. Didukung oleh tim optometris profesional serta peralatan refraksi yang modern dan ramah anak, kami siap membantu mengevaluasi posisi dan fungsi penglihatan buah hati Anda sejak dini.


    Sources:

    -https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S000293941930546X

    -Sprunger DT, Lambert SR, Hercinovic A, Morse CL, Repka MX, Hutchinson AK, Cruz OA, Wallace DK; American Academy of Ophthalmology Preferred Practice Pattern Pediatric Ophthalmology/Strabismus Panel. Esotropia and Exotropia Preferred Practice Pattern®. Ophthalmology. 2023 Mar;130(3):P179-P221. doi: 10.1016/j.ophtha.2022.11.002. Epub 2022 Dec 14. PMID: 36526451; PMCID: PMC10655158.

    https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10655158/

    -Donahue SP, Nixon CN; Section on Opthamology, American Academy of Pediatrics; Committee on Practice and Ambulatory Medicine, American Academy of Pediatrics; American Academy of Ophthalmology; American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus; American Association of Certified Orthoptists. Visual System Assessment in Infants, Children, and Young Adults by Pediatricians. Pediatrics. 2016 Jan;137(1):28-30. doi: 10.1542/peds.2015-3596. Epub 2015 Dec 7. PMID: 29756730.

    -https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29756730/

    -Pediatric Eye Evaluations Preferred Practice Pattern AAO Journal

    https://www.aaojournal.org/article/S0161-6420(22)00866-1/fulltext