Kenapa Susah Lihat Saat Malam Hari? Ini Kemungkinan Penyebabnya

    Kenapa Susah Lihat Saat Malam Hari? Ini Kemungkinan Penyebabnya

    Gambar: Kenapa Susah Lihat Saat Malam Hari? Ini Kemungkinan Penyebabnya

    Penglihatan manusia secara alami membutuhkan intensitas pencahayaan yang cukup agar dapat memfokuskan objek dengan jernih. Namun, jika Anda secara konsisten merasa susah melihat saat malam hari, berada di area berpenerangan redup, atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyesuaikan pandangan saat berpindah dari ruangan terang ke tempat gelap, kondisi ini menandakan adanya perubahan pada sistem visual Anda.

    Mengalami kesulitan melihat dalam kondisi minim cahaya tidak selalu berarti Anda menderita rabun senja. Gangguan penglihatan malam dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelainan refraksi mata yang belum terkoreksi hingga perubahan biologis pada struktur bola mata.

    Apakah Susah Melihat Saat Malam Hari Itu Normal?

    Dalam batas tertentu, penurunan ketajaman pandangan di tempat gelap adalah hal yang wajar. Saat memasuki lingkungan redup, mata memerlukan waktu beberapa menit untuk melakukan adaptasi gelap (dark adaptation) di mana pupil mata akan membesar (dilatasi) untuk memasukkan lebih banyak cahaya dan sel batang (rod cells) pada retina mulai bekerja aktif.

    Namun, kondisi ini tidak lagi dianggap normal apabila Anda:

    • Secara konsisten mengalami penglihatan buram saat malam atau di ruangan minim cahaya;

    • Membutuhkan waktu adaptasi yang sangat lama saat memasuki area gelap;

    • Merasa pandangan kabur secara signifikan saat berkendara di malam hari;

    • Kesulitan menavigasi langkah atau mengenali bentuk objek di sekitar Anda pada malam hari.

    Apa Saja Kemungkinan Penyebab Susah Melihat Saat Malam?

    Kesulitan melihat dalam kondisi pencahayaan rendah dapat dipicu oleh beberapa kondisi mata berikut:

    1. Kelainan Refraksi yang Belum Terkoreksi Optimal

    Salah satu penyebab mata susah melihat di tempat gelap yang paling umum adalah kelainan refraksi yang belum dikoreksi dengan tepat, terutama astigmatisme (mata silinder) dan miopia (mata minus).

    Saat malam hari, pupil mata akan membesar secara alami untuk menangkap cahaya. Pembesaran pupil ini membuat pembiasan cahaya yang tidak teratur menjadi lebih ketara, sehingga menyebabkan pandangan tampak berbayang, pudar, atau berpendar di sekitar sumber cahaya.

    2. Sensitivitas Berlebih Terhadap Silau Lampu (Glare)

    Bagi pengemudi, gangguan susah melihat saat berkendara malam sering kali diperparah oleh efek silau (glare) atau lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu kendaraan dari arah berlawanan. Kondisi ini terjadi ketika cahaya bersambungan terbiaskan secara tidak teratur di dalam media optik mata.

    3. Perubahan Kejernihan Lensa Mata (Katarak)

    Katarak terjadi ketika lensa keruh akibat proses penuaan atau faktor medis lainnya. Lensa yang keruh menghalangi dan menghamburkan jalur masuknya cahaya ke retina, sehingga membuat pandangan di tempat redup terasa berkabut dan sangat peka terhadap silau lampu malam.

    4. Gangguan pada Sel Retina

    Dalam kasus yang lebih jarang, penurunan fungsi sel batang (rod cells) pada retina dapat menyebabkan gangguan penglihatan malam (nyctalopia). Kondisi seperti retinitis pigmentosa atau kekurangan vitamin A tingkat berat dapat memengaruhi kemampuan retina dalam merespons cahaya redup.

    Apakah Susah Melihat Saat Malam Berarti Rabun Senja?

    Jawabannya: Belum tentu.

    Istilah rabun senja (nyctalopia) sering digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan keluhan kesulitan melihat dalam kondisi gelap. Namun secara medis, rabun senja merupakan gejala klinis, bukan diagnosis tunggal.

    Parameter Evaluasi

    Penyesuaian Normal

    Gangguan Penglihatan Malam / Rabun Senja

    Waktu Adaptasi Gelap

    Membutuhkan beberapa detik hingga 1–2 menit.

    Membutuhkan waktu sangat lama atau tidak mampu beradaptasi.

    Ketajaman Visual

    Objek tetap terlihat dengan jelas setelah adaptasi.

    Objek tetap kabur, buram, atau bayangan menghilang.

    Kemampuan Navigasi

    Dapat berjalan dan mengenali benda di sekitar.

    Sering tersandung atau kecelakaan akibat penglihatan terbatas.

    Respon Terhadap Lampu

    Mampu menyesuaikan fokus saat melihat sumber cahaya.

    Sangat silau, lampu bergaris, atau muncul bayangan halo.

    Untuk memastikan penyebab pastinya, evaluasi medis menyeluruh sangat diperlukan guna membedakan apakah keluhan berasal dari masalah refraksi murni atau gangguan biologis mata.

    Tanda Lain yang Perlu Diperhatikan

    Orang tua maupun individu dewasa perlu mewaspadai beberapa gejala pendamping yang menyertai keluhan penglihatan malam:

    • Sering menyipitkan mata saat mencoba melihat di tempat redup;

    • Merasa tanda ukuran kacamata sudah tidak sesuai akibat pandangan yang kembali kabur;

    • Mengalami keluhan kenapa pusing saat pakai kacamata baru saat berkendara malam;

    • Penglihatan samping (sisi tepi) terasa menyempit saat berada di kegelapan;

    • Pada anak-anak, menunjukkan kecenderungan kenapa anak sering menabrak benda di sekitarnya saat berada di ruangan berpenerangan temaram.

    Kapan Perlu Pemeriksaan Mata?

    Segera jadwalkan evaluasi penglihatan apabila:

    • Keluhan mata tidak bisa melihat dalam gelap terjadi secara terus-menerus dan mengganggu produktivitas;

    • Anda merasa tidak aman saat mengemudikan kendaraan pada malam hari;

    • Pandangan kabur memburuk secara cepat dalam waktu singkat.

    Prosedur diagnosis diawali dengan evaluasi pembiasan cahaya presisi melalui pemeriksaan refraksi objektif guna memetakan kebutuhan koreksi mata Anda secara akurat.

    FAQ (Frequently Asked Questions)

    1. Kenapa mata saya susah melihat dalam gelap?

    Kesulitan melihat dalam gelap dapat dipicu oleh kelainan refraksi (seperti minus atau silinder) yang belum terkoreksi, sensitivitas silau (glare), katarak, atau gangguan pada sel retina yang bertugas menyerap cahaya redup.

    2. Apakah mata minus membuat susah melihat saat malam?

    Ya. Saat malam hari, pupil mata akan membesar (mydriasis) untuk menangkap cahaya. Pada penderita mata minus atau silinder yang belum terbias dengan tepat, pembesaran pupil ini memperjelas aberasi pembiasan sehingga pandangan terasa lebih kabur.

    3. Apakah susah melihat malam hari pasti berarti rabun senja?

    Belum tentu. Rabun senja (nyctalopia) adalah istilah medis untuk menggambarkan gejala kesulitan melihat dalam kondisi temaram. Penyebab dasarnya bisa bervariasi dari kelainan refraksi biasa hingga masalah organik pada retina.

    4. Kapan susah melihat malam hari perlu diperiksa?

    Pemeriksaan mata perlu dilakukan jika keluhan terjadi secara konsisten, membuat Anda ragu saat berkendara malam, memicu pusing, atau disertai penurunan ketajaman pandangan yang memburuk secara bertahap.

    Kembalikan Kenyamanan Penglihatan Malam Anda bersama Optik Kasoem

    Jika Anda sering kesulitan melihat saat malam atau merasa silau mengganggu aktivitas berkendara, jangan biarkan keluhan penglihatan malam menurunkan kualitas hidup dan keselamatan Anda. Dapatkan evaluasi penglihatan presisi & komprehensif dengan pemeriksaan kesehatan mata Anda di Optik Kasoem.


    Source:

    Phototransduction, Dark Adaptation, and Rhodopsin Regeneration The Proctor Lecture

    https://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2164197 

    Fan-Paul NI, Li J, Miller JS, Florakis GJ. Night vision disturbances after corneal refractive surgery. Surv Ophthalmol. 2002 Nov-Dec;47(6):533-46. doi: 10.1016/s0039-6257(02)00350-8. PMID: 12504738. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12504738/ 

    Agarwal S, Thornell E, Hodge C, Sutton G, Hughes P. Visual Outcomes and Higher Order Aberrations Following LASIK on Eyes with Low Myopia and Astigmatism. Open Ophthalmol J. 2018 May 31;12:84-93. doi: 10.2174/1874364101812010084. PMID: 29997707; PMCID: PMC5997857. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5997857/