Ciri-Ciri Buta Warna yang Jarang Disadari dan Cara Mengenalinya

    Ciri-Ciri Buta Warna yang Jarang Disadari dan Cara Mengenalinya

    Gambar: Ciri-Ciri Buta Warna yang Jarang Disadari dan Cara Mengenalinya

    Banyak orang membayangkan bahwa kondisi buta warna membuat seseorang melihat dunia secara hitam-putih seperti film lama. Mitos ini menyebabkan banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan warna tidak pernah menyadari kondisinya hingga usia dewasa.

    Secara medis, buta warna total (achromatopsia) adalah kondisi yang sangat langka. Sebagian besar kasus yang terjadi di masyarakat sebenarnya adalah defisiensi penglihatan warna (color vision deficiency), khususnya jenis anomalous trichromacy. Penderita kondisi ini tetap bisa melihat warna, tetapi memiliki kesulitan mendasar dalam membedakan nuansa warna tertentu.

    Karena tubuh manusia pandai beradaptasi dengan memanfaatkan tingkat kecerahan (brightness) dan petunjuk konteks sekitar, ciri-ciri buta warna yang jarang disadari sering kali baru terungkap saat tes kesehatan sekolah, seleksi pekerjaan, atau tes membuat SIM.

    Mengapa Buta Warna Sering Tidak Disadari?

    Mata manusia normal memiliki tiga jenis sel kerucut (cone cells) pada retina yang peka terhadap cahaya merah, hijau, dan biru. Pada penderita defisiensi penglihatan warna parsial, salah satu sel kerucut tidak berfungsi optimal (mengalami pergeseran spektrum sensitivitas).

    Sejak kecil, seseorang belajar menamai warna berdasarkan apa yang diajarkan lingkungan. Misalkan, anak belajar bahwa daun pohon dinamai "hijau" dan tanah dinamai "cokelat". Meskipun sel mata mereka menangkap warna tersebut secara berbeda dari orang normal, otak mereka belajar mengasosiasikan bayangan kecerahan tertentu dengan nama warna tersebut.

    Akibat proses pembelajaran ini, seseorang dapat tumbuh hingga dewasa tanpa pernah menyadari bahwa persepsi warnanya berbeda dari orang kebanyakan.

    6 Ciri-Ciri Buta Warna yang Jarang Disadari

    Berikut adalah beberapa indikator perilaku dan visual harian yang sering kali menjadi pertanda awal adanya defisiensi penglihatan warna:

    1. Kesulitan Membedakan Warna-Warna yang Mirip atau Redup

    Penderita defisiensi warna merah-hijau (red-green color deficiency) sering kali kesulitan memisahkan warna dengan hue atau tingkat kecerahan yang berdekatan. Pasangan warna yang paling sering membingungkan antara lain:

    • Cokelat tua dengan hijau tua;

    • Biru tua dengan ungu;

    • Merah muda (pink) muda dengan abu-abu atau putih;

    • Oranye muda dengan hijau muda.

    2. Sering Salah Memilih Kombinasi Warna Baju atau Benda

    Pernahkah Anda atau anggota keluarga tanpa sengaja mengenakan kaus kaki hijau dengan sepatu cokelat karena mengira warnanya senada? Sering salah mencocokkan pakaian, memilih cat dinding, atau membeli barang berwarna tertentu adalah ciri khas yang paling sering dianggap sekadar "kurang berselera" padahal dipicu oleh keterbatasan persepsi sel kerucut mata.

    3. Kesulitan Menilai Kematangan Makanan

    Dalam aktivitas sehari-hari, defisiensi penglihatan warna dapat terlihat di dapur. Penderita sering kesulitan:

    • Menentukan apakah daging yang dimasak sudah matang (perubahan warna dari merah-merah muda ke cokelat);

    • Membedakan tingkat kematangan buah pisang, tomat, atau pepaya antara hijau tua dan kuning/merah.

    4. Mengandalkan Posisi atau Kecerahan Dibandingkan Warna Asli

    Saat melihat indikator lampu (seperti lampu lalu lintas atau lampu pengisi daya gadget) penderita buta warna parsial sering mengandalkan letak posisi lampu (lampu merah di atas, hijau di bawah) atau tingkat silau cahayanya, bukan karena membedakan rona warnanya secara jelas. Kebiasaan ini sangat krusial dipahami saat menjalani tes mata untuk sopir dan pengemudi.

    5. Mengalami Kendala Membaca Grafik dan Diagram Berkode Warna

    Di sekolah atau lingkungan kerja, penderita defisiensi warna kerap lambat atau keliru saat membaca peta topografi, diagram grafik presentasi, atau baris kabel elektronik yang hanya dibedakan berdasarkan kode warna tanpa label tulisan.

    6. Membutuhkan Pencahayaan Terang untuk Mengenali Warna

    Dalam kondisi pencahayaan redup, sel batang (rod cells) mata lebih dominan daripada sel kerucut. Pada penderita defisiensi warna, pencahayaan temaram membuat kemampuan membedakan rona warna menurun jauh lebih drastis dibanding orang dengan penglihatan normal.

    Jenis-Jenis Buta Warna Secara Umum

    Untuk memberikan gambaran yang jelas, defisiensi penglihatan warna diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori utama:

    Jenis Defisiensi Warna

    Sel Kerucut Terdampak

    Gejala Visual Utama

    Deuteranomali / Deuteranopia

    Sel kerucut Hijau (M-cone)

    Jenis paling umum. Warna hijau, merah, kuning, dan cokelat tampak membingungkan.

    Protanomali / Protanopia

    Sel kerucut Merah (L-cone)

    Warna merah tampak lebih gelap, buram, atau bergeser ke arah hijau/abu-abu.

    Tritanomali / Tritanopia

    Sel kerucut Biru (S-cone)

    Jenis jarang. Kesulitan membedakan warna biru dari hijau, serta kuning dari merah muda.

    Monokromasi / Achromatopsia

    2 atau 3 sel kerucut tidak berfungsi

    Sangat langka. Hanya melihat gradasi abu-abu, biasanya disertai sensitivitas cahaya tinggi.

    Bagaimana Cara Memastikan Kondisi Buta Warna?

    Memastikan kondisi penglihatan warna tidak dapat dilakukan hanya dengan tebak-menebakan gambar di layar HP. Diperlukan pengujian optometri berstandar klinis:

    1. Tes Buku Ishihara (Ishihara Color Test): Metode paling populer berupa lembaran lingkaran berisi titik-titik warna acak yang membentuk angka atau jalur garis. Tes ini sangat efektif mendeteksi defisiensi warna merah-hijau.

    2. Tes Farnsworth D-15 / 100 Hue Test: Mengurutkan kepingan warna berdasarkan kecenderungan gradasi rona warna untuk mengukur tingkat keparahan defisiensi secara detail.

    3. Pemeriksaan Fungsi Mata Komprehensif: Mengombinasikan evaluasi penglihatan warna dengan tes refraksi objektif melalui prosedur pemeriksaan refraksi objektif guna memastikan kesehatan media optik secara menyeluruh.

    Bagi anak prasekolah yang belum pandai membaca angka pada buku Ishihara, fasilitas kesehatan mata menyediakan metode garis jalur (tracing lines) atau prosedur pemeriksaan mata untuk anak yang belum bisa bicara.

    FAQ (Frequently Asked Questions)

    1. Apakah buta warna berarti hanya melihat warna hitam dan putih?

    Tidak. Sebagian besar orang yang dikatakan buta warna sebenarnya mengalami defisiensi penglihatan warna parsial (anomalous trichromacy). Mereka tetap bisa melihat berbagai warna, namun kesulitan membedakan nuansa warna tertentu yang berdekatan seperti merah, hijau, cokelat, atau ungu.

    2. Apakah buta warna bisa disembuhkan?

    Buta warna kongenital (bawaan lahir yang diturunkan secara genetik) tidak dapat disembuhkan total. Namun, penggunaan lensa kacamata filter warna khusus (color-corrective lenses) dapat membantu meningkatkan kontras dan mempermudah pemisahan warna dalam aktivitas harian.

    3. Kenapa pria lebih sering mengalami buta warna daripada wanita?

    Gen penentu sel kerucut penerima warna merah dan hijau terletak pada kromosom X. Karena pria hanya memiliki satu kromosom X (XY), jika kromosom X tersebut membawa gen defisiensi, pria langsung mengalami buta warna. Sementara wanita memiliki dua kromosom X (XX), sehingga jika satu kromosom terkena, kromosom X lainnya yang normal dapat mengompensasi.

    4. Bisakah seseorang mengalami buta warna di kemudian hari (bukan bawaan lahir)?

    Bisa. Buta warna didapat (acquired color vision deficiency) dapat dipicu oleh penyakit mata seperti katarak, glaukoma, degenerasi makula, cedera retina/saraf mata, efek samping obat medis tertentu, atau paparan zat kimia industri.

    Evaluasi dan Lindungi Penglihatan Anda Bersama Optik Kasoem

    Ingin memastikan apakah kemampuan persepsi warna Anda atau keluarga berada dalam kondisi normal? Jangan biarkan keraguan membatasi aktivitas belajar, karir, maupun keselamatan berkendara Anda. Uji kemampuan penglihatan warna Anda secara akurat di Optik Kasoem.

    Refference:

    Neitz J, Neitz M. The genetics of normal and defective color vision. Vision Res. 2011 Apr 13;51(7):633-51. doi: 10.1016/j.visres.2010.12.002. Epub 2010 Dec 15. PMID: 21167193; PMCID: PMC3075382. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3075382/ 

    https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/color-vision-deficiency 

    Cole BL. Assessment of inherited colour vision defects in clinical practice. Clin Exp Optom. 2007 May;90(3):157-75. doi: 10.1111/j.1444-0938.2007.00135.x. PMID: 17425762. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17425762/ 

    Types of Color Vision Deficiency https://www.nei.nih.gov/eye-health-information/eye-conditions-and-diseases/color-blindness/types-color-vision-deficiency