
Gambar: Apa Itu Pemeriksaan Refraksi Objektif? Berikut Fungsi dan Prosesnya
Saat Anda membawa anak (atau diri sendiri) untuk melakukan pemeriksaan mata, pernahkah diminta duduk di depan sebuah mesin dan menatap gambar? Seperti rumah kecil atau balon udara di ujung jalan, selama beberapa detik? Setelah itu, mesin berbunyi pelan, mencetak secarik kertas kecil, dan pemeriksaan dilanjutkan dengan mencoba beberapa pilihan lensa pada papan huruf (chart).
Tahap awal yang menggunakan mesin atau alat pencahayaan tersebut adalah salah satu bentuk pemeriksaan refraksi objektif.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan refraksi objektif? Apakah angka yang dicetak oleh mesin tersebut otomatis menjadi ukuran kacamata yang harus Anda pakai? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Pemeriksaan Refraksi Objektif?
Untuk memahami istilah ini, kita perlu membedahnya dari dua kata penyusunnya: Refraksi dan Objektif.
Refraksi adalah proses pembiasan cahaya oleh media optik mata (seperti kornea dan lensa) agar jatuh tepat di retina. Jika cahaya tidak jatuh tepat di retina, kondisi ini disebut kelainan refraksi, seperti rabun jauh (miopia/mata minus), rabun dekat (hipermetropia/mata plus), atau mata silinder (astigmatisme).
Objektif berarti pengukuran dilakukan secara otomatis oleh alat atau dinilai langsung oleh pemeriksa tanpa bergantung pada jawaban atau respons subjektif dari pasien.
Jadi, pemeriksaan refraksi objektif adalah prosedur medis untuk mengukur atau memperkirakan derajat kelainan refraksi mata menggunakan alat optik khusus, tanpa mengharuskan pasien menjawab pertanyaan seperti "Apakah lensa A lebih jelas daripada lensa B?".
Dua metode utama yang paling umum digunakan dalam refraksi objektif adalah:
Autorefraksi (Autorefractor): Pemeriksaan mata dengan mesin komputerisasi otomatis.
Retinoskopi (Retinoskop): Pemeriksaan manual menggunakan alat pemancar cahaya yang diarahkan ke bola mata oleh optometris atau dokter spesialis mata.
Apa Tujuan Pemeriksaan Refraksi Objektif?
Pemeriksaan refraksi objektif memiliki beberapa fungsi penting dalam rangkaian pemeriksaan refraksi mata:
Menentukan Titik Awal (Baseline): Memberikan estimasi angka minus, plus, atau silinder secara cepat dan efisien sebelum masuk ke tahap uji coba lensa.
Mendeteksi Kelainan Refraksi Sejak Dini: Membantu mengidentifikasi adanya gangguan penglihatan meski pasien belum mengeluhkan gejala yang jelas.
Membantu Pasien yang Sulit Berkomunikasi: Menjadi solusi utama untuk pemeriksaan mata anak, balita, pasien lansia dengan demensia, atau pasien dengan keterbatasan komunikasi verbal.
Bagaimana Pemeriksaan Refraksi Objektif Dilakukan?
Prosedur ini berlangsung singkat, nyaman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Berikut gambaran prosesnya berdasarkan alat yang digunakan:
1. Pemeriksaan dengan Autorefractor
Pasien duduk tegak di depan mesin autorefractor.
Dagu diletakkan pada penyangga dagu dan dahi ditempelkan pada penahan dahi.
Pasien diminta menatap satu titik target visual di dalam alat (misalnya gambar balon udara) tanpa berkedip selama beberapa detik.
Mesin secara otomatis memancarkan cahaya infra merah ke dalam mata, mengukur bagaimana cahaya tersebut memantul dari retina, dan menghitung estimasi derajat refraksi.
2. Pemeriksaan dengan Retinoskopi
Pasien duduk di ruang periksa dengan pencahayaan yang agak redup.
Pemeriksa mengarahkan garis cahaya dari alat retinoskop ke dalam mata pasien.
Pemeriksa mengamati refleks pantulan cahaya dari dalam pupil sambil menempatkan beberapa pilihan lensa netralisasi di depan mata pasien.
Berdasarkan pergerakan pantulan cahaya tersebut, pemeriksa dapat menghitung besarnya kelainan refraksi secara presisi.
Apakah Pemeriksaan Refraksi Objektif Sama dengan Menentukan Ukuran Kacamata?

Penting untuk diketahui, hasil pemeriksaan refraksi objektif BUKAN resep kacamata final.
Angka yang keluar dari mesin autorefractor hanyalah perkiraan atau titik awal kasar. Hasil tersebut tidak bisa langsung dicetak dan dijadikan patokan pembuatan kacamata karena mesin tidak memperhitungkan kenyamanan visual, daya adaptasi otak, kerja sama otot mata, serta kebutuhan harian pasien.
Untuk menghasilkan resep kacamata yang tepat dan nyaman, data refraksi objektif harus dikombinasikan dengan:
Refraksi Subjektif berupa uji coba konfirmasi lensa dengan papan huruf (Snellen chart).
Kebutuhan Visual untuk menentukan apakah kacamata digunakan untuk membaca, bekerja di depan komputer, atau berkendara.
Pemeriksaan Kesehatan Mata seperti evaluasi struktur kornea, lensa, dan retina secara menyeluruh.
Apa Perbedaan Refraksi Objektif dan Refraksi Subjektif?
Kedua metode ini saling melengkapi dalam rangkaian pemeriksaan mata lengkap. Berikut adalah perbedaan utamanya:
Parameter | Refraksi Objektif | Refraksi Subjektif |
Gantung Pada Respons | Tidak memerlukan respons aktif pasien. | Sangat bergantung pada umpan balik dan penilaian pasien. |
Alat Utama | Autorefractor atau Retinoskop. | Phoropter, Trial Frame, dan Snellen Chart. |
Fungsi Utama | Mendapatkan data perkiraan dasar (baseline). | Menentukan resep koreksi optik yang paling nyaman. |
Kelebihan | Cepat, objektif, ideal untuk anak-anak/balita. | Memastikan ketajaman visual dan kenyamanan penglihatan pasien. |
Mengapa Pemeriksaan Refraksi Objektif Sangat Berguna untuk Anak?
Anak-anak, terutama usia balita atau prasekolah, sering kali belum bisa membaca huruf, belum dapat membedakan mana pandangan yang "lebih jelas", atau mudah kehilangan fokus saat diperiksa.
Di sinilah peran penting refraksi objektif. Metode seperti retinoskopi atau autorefractor portabel memungkinkan optometris menilai kondisi penglihatan tanpa menuntut anak menjawab pertanyaan yang rumit. Ini menjadi fondasi utama dalam pemeriksaan mata untuk anak yang belum bisa bicara. (ini nanti ditautakan ke artikel yang topiknya berkaitan)
Konsep Cycloplegic Refraction pada Anak
Mata anak-anak memiliki daya akomodasi (kemampuan memfokuskan lensa mata) yang sangat kuat. Saat menatap mesin autorefractor, otot mata anak bisa saja berkontraksi terlalu kuat sehingga mesin membaca hasil yang salah (misalnya, mata yang sebenarnya normal terbaca mengalami minus tinggi).
Pada kondisi tertentu, dokter spesialis mata dapat melakukan cycloplegic refraction, yaitu memberikan obat tetes mata khusus untuk menenangkan otot akomodasi mata anak sementara waktu. Dengan begitu, hasil pengukuran refraksi objektif menjadi jauh lebih murni dan akurat.
Apakah Pemeriksaan Refraksi Objektif Aman?

Pemeriksaan dengan autorefractor maupun retinoskopi bersifat non-invasif (tidak menyentuh bola mata), tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak memancarkan radiasi berbahaya. Jadi, bisa dibilang pemeriksaan refraksi objektif sangat aman.
Jika anak menjalani cycloplegic refraction (menggunakan tetes mata), anak mungkin akan mengalami efek samping sementara berupa penglihatan dekat yang sedikit buram dan mata yang lebih sensitif terhadap cahaya terang selama beberapa jam. Efek ini sepenuhnya normal dan akan hilang dengan sendirinya.
Mengapa Hasil Refraksi Perlu Dilihat Bersama Pemeriksaan Mata Lainnya?
Mengetahui angka minus atau plus hanyalah sebagian kecil dari kesehatan penglihatan. Mata yang dapat melihat jelas belum tentu bebas dari masalah kesehatan mata internal.
Pemeriksaan refraksi objektif harus diposisikan sebagai bagian dari evaluasi holistik yang mencakup:
Uji Koordinasi Otot Mata untuk memastikan kedua mata bekerja sama dengan baik (mencegah mata juling atau ambliopia/mata malas).
Pemeriksaan Segmen Depan dan Belakang Mata yang berfungsi memeriksa kejernihan kornea, kondisi lensa, hingga kesehatan syaraf retina.
Kapan Anak Perlu Menjalani Pemeriksaan Refraksi?
Orang tua disarankan segera membawa anak untuk tes mata minus atau refraksi apabila menemukan tanda-tanda berikut:
Menunjukkan ciri-ciri mata minus pada anak (ini nanti bisa ditautkan ke artikel terkait) seperti sering menyipitkan mata saat melihat jauh.
Sering duduk sangat dekat saat menonton TV atau membaca buku.
Mengeluh pusing atau mata lelah setelah beraktivitas di sekolah.
Memiliki orang tua atau keluarga dengan riwayat mata minus tinggi pada anak (ini juga bisa ditautkan ke artikel terkait).
Dengan deteksi dini, orang tua dapat berkonsultasi mengenai langkah medis teruji untuk cara mencegah mata minus anak bertambah (ini bisa ditautkan ke artikelterkait) secara efektif selama masa perkembangannya.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa bedanya refraksi objektif dan subjektif?
Refraksi objektif dilakukan oleh alat/pemeriksa tanpa jawaban pasien, sedangkan refraksi subjektif membutuhkan jawaban aktif pasien saat mencoba pilihan lensa pada papan huruf.
Apakah pemeriksaan refraksi objektif sakit?
Tidak sama sekali. Prosedur ini bersifat non-invasif, hanya meminta pasien menatap sasaran cahaya atau gambar tanpa ada kontak fisik langsung dengan bola mata.
Apakah anak yang belum bisa membaca bisa menjalani pemeriksaan refraksi?
Bisa. Menggunakan metode refraksi objektif seperti retinoskopi atau autorefractor portabel, optometris dapat mengukur kondisi refraksi anak tanpa anak perlu bisa membaca huruf.
Apa itu cycloplegic refraction?
Cycloplegic refraction adalah prosedur refraksi yang dilakukan setelah mata ditetesi obat khusus untuk mengistirahatkan otot akomodasi mata sementara, sehingga kelainan refraksi asli pada anak dapat diukur secara murni.
Apakah semua anak perlu pemeriksaan refraksi dengan obat tetes?
Tidak semua anak. Tetes mata cycloplegic biasanya hanya diberikan atas indikasi medis tertentu dari dokter spesialis mata, misalnya jika terdapat dugaan akomodasi berlebih, mata juling, atau perbedaan minus yang signifikan antar mata.
Berapa lama pemeriksaan refraksi objektif dilakukan?
Prosedur refraksi objektif menggunakan autorefractor biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga 1–2 menit untuk kedua mata.
Kesimpulan
Pemeriksaan refraksi objektif adalah langkah awal yang sangat penting, aman, dan efisien untuk memetakan kondisi penglihatan, terutama bagi anak-anak yang belum bisa menyampaikan keluhan visualnya secara lisan. Namun, ingatlah bahwa hasil mesin harus selalu diuji dan diinterpretasikan oleh tenaga profesional.
Percayakan Pemeriksaan Penglihatan Keluarga Anda di Optik Kasoem
Ingin memastikan ketajaman dan kesehatan mata buah hati Anda dengan hasil yang akurat dan presisi?
Jadwalkan pemeriksaan mata anak di Optik Kasoem sekarang! Didukung oleh tim optometris profesional, peralatan refraksi modern, serta pengalaman panjang dalam pelayanan kesehatan mata keluarga, Optik Kasoem siap memberikan solusi penglihatan terbaik bagi Anda dan buah hati.
Resources:
American Academy of Ophthalmology (AAO). Comprehensive Adult Medical Eye Evaluation Preferred Practice Pattern®.
https://www.aaojournal.org/article/S0161-6420(20)31026-5/fulltext
Choong YF, Chen AH, Goh PP. A comparison of autorefraction and subjective refraction with and without cycloplegia in primary school children. Am J Ophthalmol. 2006 Jul;142(1):68-74. doi: 10.1016/j.ajo.2006.01.084. PMID: 16815252.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16815252/
Davies LN, Mallen EA, Wolffsohn JS, Gilmartin B. Clinical evaluation of the Shin-Nippon NVision-K 5001/Grand Seiko WR-5100K autorefractor. Optom Vis Sci. 2003 Apr;80(4):320-4. doi: 10.1097/00006324-200304000-00011. PMID: 12692490.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12692490/
el-Defrawy S, Clarke WN, Belec F, Pham B. Evaluation of a hand-held autorefractor in children younger than 6. J Pediatr Ophthalmol Strabismus. 1998 Mar-Apr;35(2):107-9. doi: 10.3928/0191-3913-19980301-10. PMID: 9559510.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9559510/
Sankaridurg P, He X, Naduvilath T, Lv M, Ho A, Smith E 3rd, Erickson P, Zhu J, Zou H, Xu X. Comparison of noncycloplegic and cycloplegic autorefraction in categorizing refractive error data in children. Acta Ophthalmol. 2017 Nov;95(7):e633-e640. doi: 10.1111/aos.13569. PMID: 29110438; PMCID: PMC5698763.