
Gambar: Kenapa Miopia Anak Makin Banyak? Ini Penyebab Utamanya
Kamu mungkin sering dengar anak-anak sekarang pakai kacamata dari usia yang semakin dini. Entah itu di sekolah, taman bermain, atau bahkan anak sendiri. Fenomena ini bukan sekadar perasaan, namun miopia (rabun jauh) pada anak memang makin meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tapi kenapa sih ini bisa terjadi? Apa penyebab utamanya? Bisa dicegah tidak? Yuk, kita bahas lebih dalam supaya kamu bisa lebih paham dan tahu apa yang harus dilakukan sejak sekarang.
Apa Itu Miopia?
Miopia atau rabun jauh adalah kondisi mata di mana seseorang bisa melihat benda dekat dengan jelas, tapi kesulitan melihat benda yang jauh. Misalnya, anak bisa baca buku dari dekat, tapi tidak bisa lihat papan tulis di kelas dengan jelas.
Secara medis, miopia terjadi karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk tidak jatuh tepat di retina, tapi di depan retina. Akibatnya, gambar jadi buram saat melihat objek yang jauh.
Penyebab Utama Meningkatnya Miopia pada Anak
Miopia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tapi dalam beberapa tahun terakhir, para ahli sepakat bahwa gaya hidup modern sangat berpengaruh pada peningkatan kasus miopia, terutama pada anak-anak. Ini dia beberapa penyebab utamanya:
- Terlalu Banyak Waktu di Depan Layar
- Kurang Aktivitas di Luar Ruangan
- Faktor Genetik
- Kurang Pencahayaan Saat Membaca
- Menggunakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter
- Menjalani terapi penglihatan, seperti lensa khusus atau terapi ortho-k (orthokeratology)
- Mengurangi screen time dan memberikan waktu istirahat untuk mata (aturan 20-20-20: setiap 20 menit melihat gadget, istirahat 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki)
- Mengajak anak bermain di luar ruangan setidaknya 1-2 jam per hari
- Rutin periksa mata ke optik atau dokter mata setiap 6 bulan sekali, terutama jika anak sudah mulai mengeluh pandangan kabur
- Ablasi retina (retina terlepas)
- Glaukoma
- Katarak dini
- Bahkan kebutaan di usia dewasa
- Sering menyipitkan mata saat melihat jauh
- Sering mengeluh pusing atau mata lelah
- Susah membaca tulisan di papan tulis
- Terlalu dekat saat menonton TV atau membaca buku